Machinery
JAKARTA:
Tristar Institute
Telp/Fax: 021-53151389.
Flexi; 021-49111425. 
IM3: 085775501848
Simpati: 081318230199. 
PIN BB: 24ED6A75 - 2A8798AE 
Fren: 08883271088.
PIN BB:3298F492
Simpati: 081231071701.
PIN BB: 2AEB02F6
Komplek Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-32-33. Serpong - Tangerang

SURABAYA:

Kursus Wira Usaha
Jln. Raya Jemursari 234 & 244. Surabaya.
Telp: 031-8480823. 081295743779, 085851118650, 087703365283
PIN BB: 28D8E523, 5399098E, 5D817E40

Info Mesin: 031-8499799 

HP:082139081968 -  PIN 20EE107D
 088217296097 -  PIN BB: 3159B656 
 08883203340 - 081216641483.

Tristar Machinery TEC.
Telp: 031-52403038-39.
HP: 082330853729 - PIN BB: 32F31662
HP: 088852727994 - PIN BB; 3277F9F9
Tunjungan Electronic Centre Lantai 3 
Jalan Tunjungan no 5-7. Surabaya - Indonesia. 

Video Gallery

logoculinary.png

TTA

tristar royal GIF

Kursus Masak Aneka Bebek Bersama Chef Haris Suseno

Peserta Diajarkan Teknik Memasak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya


KESIBUKAN Laboratorium Praktik Tristar Instiutte Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya  di lantai 2, kembali menggeliat pada Rabu (03/08/2016) siang hingga sore hari, untuk menghelat kursus masak aneka bebek lengkap dengan sambelannya.

Siang itu hadir delapan peserta pelatihan masak, yakni Novita Rachmawati dan Priyanto (datang dari Bogor), Christian Tanaya (Madiun), Kristina (Tulungagung),  Badruddin (Kudus), Bawanti Setianingsih (Gresik), Anik Yulianing Tyas dan Ade (keduanya dari Surabaya).

Mereka antusias mengikuti kursus masak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya, yang dibimbing langsung oleh chef Haris Suseno dan asistennya Amrozy.

Sebelum peserta datang, Rosi, sapaan akrab Amrozy, sudah prepare untuk menyiapkan bahan dan bumbu-bumbu untuk memasak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya. Juga menyiapkan berbagai peralatan masak termasuk food processor dan blender untuk memroses pembuatan bumbunya.

Kepada peserta pelatihan, chef  Haris Suseno, instruktur masak dari Tristar Institute, menjelaskan berbagai bahan dan bumbu-bumbu untuk memasak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya, dari A sampai Z.

Sistem pengajaran langsung praktik dengan dipandu chef Haris Suseno di dampingi asistennya merupakan nilai plus bagi peserta untuk cepat menyerap ilmu yang diajarkan oleh ahlinya. 

Bahan untuk membuat Bebek Ireng Suroboyo meliputi bebek, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, cabe merah besar, gula merah, asam jawa matang, merica hitam, kunir, jahe, serei, laos, keluwek, daun jeruk, garam, vetcin, jinten, air kelapa, minyak untuk menumis, terasi udang dan nanas.

Cara membuatnya: (1). Bersihkan bebek dan potong menjadi beberapa bagian lalu rendam dalam nanas yang telah dihaluskan kira-kira satu jam agar bau amisnya hilang, (2). Timbang semua bumbu lalu dihaluskan kecuali serei dan tumis hingga matang, kemudian tambah air kelapa dan air biasa, (3). Setelah direndam, rebus bebek dengan air secukupnya dengan bumbu hingga mendidih, (4). Setelah matang (daging empuk) biarkan bebek dalam panic, (5). Lalu goreng bebek tersebut dan sajikan.

Sedangkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Sambal Bebek Ireng adalah cabe rawit hijau, cabe hijau besar, bawang putih, gula pasir, terasi, tomat hijau matang, garam dan vetcin.

Cara membuatnya: (1). Bakar terasi udang lalu sisihkan, (2). Kukus semua bahan hingga matang (layu, lalu haluskan beserta terasinya, (3). Panaskan minyak tumis sambal hingga matang, dan (4). Kemudian sajikan.

Resep berikutnya adalah membuat Bebek Sinjay. Bahan yang dibutuhkan antara lain bebek, bawang putih, kemiri, ketumbar (sangria lebih dulu), merica, cabe rawit, garam, vetcin, kunir, jahe, laos, gula, daun jeruk dan air.

Sedangkan cara pembuatannya: (1). Goreng kemiri, tiriskan kemudian cincang halus dan sisihkan, (2). Timbang seluruh bahan sesuai ukuran, giling bahan sampai halus (kecuali daun jeruk), (3).  Susun daging bebek dalam panci, rendam dengan bumbu yang sudah dihaluskan selama dua jam, simpan dalam chiller.

Selanjutnya (4). Kemudian presto daging bebek beserta bumbunya, selama 25 menit, (5). Setelah matang biarkan daging bebek dalam panci kurang lebih satu jam, angkat dan tiriskan, (6). Rebus kembali sisa bumbunya, masukkan kemiri cincang, masak hingga air bumbu menyusut, saring bumbunya kemudian goreng hingga kering, lalu tiriskan, (7). Goreng bebek hingga matang, taburi dengan bumbu yang sudah digoreng (kremesan) dan sajikan.

Resep pamungkas yang diajarkan chef Haris Suseno adalah membuat Bebak Panggang Ukep. Bahan yang dibutuhkan meliputi bebek, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica bubuk, jinten, garam, vetcin, kunir, jahe, laos, gula merah, kapulaga, daun jeruk, terasi udang, air kelapa, jeruk nipis atau asam jawa, dan buah nanas muda.

Cara membuatnya: (1). Timbang seluruh bahan lalu haluskan dengan air kelapa kecuali kapulaga, (2). Potong bebek sesuai selera lalu rendam dengan nanas selama beberapa saat, (3). Tumis bumbu halus hingga harum baunya, tambahkan sedikit air, lalu masukkan bebek masak dengan api kecil hingga matang.

Selanjutnya (4). Setelah matang (dagingnya empuk) biarkan bebek dalam panci sekitar satu jam, angka dan tiriskan, (5) Bebek siap dibakar (dipanggang), kemudian sajikan. Selamat mencoba…!

Kepada kru www.culinarynews.info, Novita Rachmawati dan Priyanto (suaminya) jauh-jauh datang dari Bogor, memang sudah diniatkan untuk belajar masak aneka bebek berikut sambelannya kepada ahlinya yakni chef-chef dari Tristar Institute cq Akpar Majapahit Surabaya.

"Pelatihan masak ini kami tujukan untuk menambah variasi menu di rumah makan yang kami kelola bersama suami. Pasalnya tidak sedikit pelanggan yang tanya menu bebek lengkap dengan sambalnya. Selama ini kami hanya menyediakan ayam bakar, ayam goreng dan ayam kremes,” tutur Bu Rachma, sapaan akrabnya.

Nah, Anda tertarik dengan pelatihan masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Sdri. Fembri, Puput dan Yarin dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit (031) 8433224-5, HP 0817321024, BB 2B4E0E95, sekarang juga.

Chef Otje H. Wibowo Ajarkan Cara Buat Terang Bulan dan Martabak Telur


Kursus Pastry di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit
Chef Otje H. Wibowo Berbagi Cara Buat Terang Bulan dan Martabak Telur




MATERI pelatihan membuat terang bulan dan martabak telur di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl  Raya Jemursari No. 244 Surabaya, sampai saat ini masih banyak diminati konsumen dan sangat cocok untuk buka usaha rumahan.

Untuk kali kesekian, Laboratorium Praktik Akpar Majapahit menjadi jujukan peserta kursus membuat terang bulan dan martabak yang diasuh oleh Chef Otje H. Wibowo, instruktur dari Akpar Majapahit.

Pelatihan yang dihelat pada Sabtu (23/07/2016), diikuti tujuh orang peserta. Mereka adalah Fetri Wiryanto (Solo), Budi Santoso Purnomo (Surabaya), Vincent Han (Surabaya), Andreas Andre Marusadi (Gresik), Wahyunik (Surabaya), Winarto Cahyo P. (Lamongan) dan Maharani (Surabaya).

Di antara peserta kursus itu ada yang sudah melayani order secara online system maupun by phone dari rumah, seperti yang dilakukan Budi Santoso Purnomo dan Vincent Han. Namun sebagian besar peserta tertarik ikut pelatihan membuat terang bulan dan martabak telur karena ingin buka usaha yang dinilai sangat menjanjikan tersebut.

Makanya, peserta dari luar kota, seperti Fetri Wiryanto (Solo), Andreas Andre Marusadi (Gresik) dan Winarto Cahyo P. (Lamongan), nampak bersemangat saat mengikuti materi kursusan itu sejak awal hingga akhir.

Sebelum praktik membuat terang bulan dan martabak telur, chef Otje H. Wibowo lebih dulu menjelaskan seputar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat terang bulan dan martabak telur, peralatan serta cara pembuatannya.

Untuk membuat terang bulan yang legit dengan toping menarik, bahan untuk adonannya antara lain tepung terigu (kadar protein sedang), gula, garam, kuning telur, air, vanilla pasta dan baking powder.

Cara membuatnya: (1). Ayak tepung, campurkan gula dan garam, aduk rata, (2). Tambahkan kuning telur dan air, aduk rata, (3). Tambahkan vanilla pasta, aduk hingga 10 menit, (4). Diamkan adonan selama satu jam, (5). Larutkan baking powder dengan air secukupnya, masukkan ke dalam adonan, aduk rata dan (6). Adonan siap digunakan.

Selain itu, peserta juga dikenalkan bahan isi dan taburan, yakni butter wisjman (mentega), gula pasir, mesis, keju cheddar dan susu kental manis (SKM). Jika ingin menambah aneka taburan lainnya bisa menggunakan kacang tanah, kacang hijau, ketan hitam dan pisang raja.

Materi selanjutnya adalah membuat martabak telur. Pertama, chef Otje, sapaan akrabnya, mengajarkan teknik membuat kulit martabak. Bahannya adalah tepung terigu (kadar protein tinggi di atas 13 persen), garam secukupnya, telur, air dan mentega.

Cara membuatnya: (1). Ayak tepung, lalu aduk dengan garam hingga rata, (2). Tambahkan air, aduk hingga setengah kalis, (3). Tambahkan mentega, aduk hingga kalis, (4). Timbang adonan @ 60 gram, bulatkan, (5). Rendam adonan dengan minyak goreng, dan (6). Istirahatkan adonan selama 30 menit sebelum digunakan.

Kedua, peserta diajarkan cara membuat bahan isi martabak, yang bumbunya meliputi cabai besar, bawang putih, jahe bubuk, kunyit bubuk, ketumbar, cengkih, pala bubuk, kayu manis bubuk, jinten, kapulaga, pekak dan daging sapi yang telah dipotong dadu kecil-kecil.

Cara membuat bahan isi martabak: (1). Bumbu di-blender/dihancurkan jadi satu, (2). Bumbu ditumis dengan sedikit mentega hingga beraroma wangi, tambahkan potongan daging sapi, tumis hingga matang dan bumbunya meresap. Sedangkan bahan lainnya yang biasa ditambahkan untuk isi martabak adalah bawang prei, telur dan minyak goreng.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta pelatihan kewirausahaan, silakan menghubungi Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Pelatihan Masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Ari Purwanto Praktikkan Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso


CHEF Ari Purwanto kembali berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada sembilan orang peserta kursus aneka bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (23/07/2016).

Peserta kursus aneka bakso itu adalah Mushollin (Pasuruan), Mohammad Romli (Bangkalan), Sie Hin Lian (Jogja), Mohammad Widodo (Surabaya),  Siti Nuryani (Madiun), Yayuk Listiani (Waingapu, NTT), Fatmawati (Waingapu, NTT), Retha Dwi Sintha (Gresik) dan Irene Sudiro (Surabaya).

Mereka antusias datang ke Laboratorium Praktik Akpar Mahapahit untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Kursus aneka bakso –yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus private bakso, chef Ari, sapaan akrabnya, dibantu oleh Arjun, asistennya.

Kepada kru www.culinarynews.info, Yayuk dan Fatmawati dari Waingapu (NTT) menuturkan, tekadnya jauh-jauh datang ke Surabaya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) belajar aneka bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena ingin ”menggoyang” Waingapu (NTT).

Kedua wanita paro baya ini bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang sudah ada di Waingapu khususnya, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Saat ini, kami baru membuka café & resto di Waingapu, dengan  menyajikan aneka masakan khas daerah NTT. Café itu kami kelola sejak beberapa tahun silam. Setelah belajar membuat aneka bakso di sini, maka menu bakso akan melengkapi menu makanan yang tersedia di café & resto yang kami kelola,” ujar Yayuk di dampingi Fatmawati, kerabat dekatnya.  

Meskipun sudah punya usaha resto, namun dirinya tidak berhenti belajar sekalipun harus terbang ke Surabaya, ia akan melakoni. Pasalnya, ia ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya sekaligus memenuhi kebutuhan kuliner pelanggan setianya di Waingapu, NTT.

Tidak hanya Yayuk Listiani dan Fatmawati yang antusias mengikuti praktik masak aneka bakso, peserta lain khususnya yang berasal dari luar kota seperti Mushollin (Pasuruan) Mohammad Romli (Bangkalan), Retha Dwi Sintha (Gresik), Siti Nuryani (Madiun) dan Sie Hin Lian (Jogja) juga semakin termotivasi belajar membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z.

Antusiasme itu tumbuh setelah mendapat masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama pelatihan. Instruktur  masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus aneka bakso, chef Ari juga menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus aneka bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari Purwanto.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.

Sebagai tambahan informasi, jika Anda tertarik untuk membeli mesin pembuat penthol bakso dan food processor –karena kapasitas produksi meningkat pesat—maka Anda bisa mengunjungi outlet Tristar Machinery di Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Kisah Indri Laraswati, Kursus Masak di Akpar Majapahit

Chef Haris Suseno Ajarkan Teknik Membuat Pempek Kapal Selam, Gurami Terbang dan Aneka Iga Bakar


SEKALI merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Pepatah ini sepertinya pas untuk menggambarkan bagaimana antusiasnya Indri Laraswati, ibu satu anak yang kini tinggal di Negeri Kincir Angin, Belanda, untuk belajar masak di Akpar Majapahit Surabaya.

Mumpung  sedang berlibur di Indonesia bersama anak semata wayang dan suami yang asli bule Belanda --selama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H— Indri, sapaan akrabnya, belajar masak Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis, di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Jemursari No. 234 Surabaya.

Pemilik usaha katering di Belanda ini, praktik masak secara private dengan dipandu langsung oleh instruktur Tristar Institute Chef Haris Suseno bersama asistennya Abdul Rozy, di Laboratorium Praktik Tristar Institute, Selasa (19/07/2016) siang.

Kepada kru www.culinarynews.info, Indri Laraswati menuturkan, tekadnya belajar membuat Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis kepada  ahlinya di Tristar Institute, karena pihaknya ingin ”menggoyang” Negeri Kincir Angin dengan menu-menu baru yang enak khas Indonesia dengan harga terjangkau yang disuka konsumen.

Khusus untuk praktik masak Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, ibu muda ini mendedikasikannya untuk sang buah hati yang sekarang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) setara Kelas 5.

”Terus terang buah hati saya ini sangat suka pempek kapal selam dengan saos cuko yang berasa pedas asam manis. Nah, mumpung lagi liburan di Indonesia, saya menyempatkan diri untuk belajar masak pempek secara private kepada ahlinya di sini,” kata wanita berpenampilan modis ini.

Sedangkan praktik masak Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis, menurut Indri, selain untuk memanjakan lidah suami tercinta dan juga untuk memenuhi permintaan sejumlah pelanggan setianya di Belanda.

Melalui pelatihan masak secara private ini dirinya bertekad membuat sajian Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis yang berbeda dengan yang ada di Belanda saat ini, baik dari aspek cita rasa, tekstur maupun cara penyajiannya, setelah dirinya belajar di Tristar Institute.

Indri Laraswati saat ini menjalankan bisnis katering yang ditekuninya sejak lima tahun terakhir. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan perusahaan. Masakan yang disajikan sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan makan malam (dinner) karyawan perusahaan-perusahaan tersebut.

”Nah, di antara pelanggan saya itu ada yang minta dibuatkan menu special yakni masakan Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis,” terang perempuan berparas cantik ini.

Dalam kesempatan itu, Chef Haris Suseno menjelaskan, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis.

Untuk membuat Pempek Kapal Selam, misalnya, membutuhkan bahan ikan tenggiri, air es, garam, vetsin, tepung sagu tani, baking powder dan bawang putih.

Selain itu, ada juga bahan untuk membuat Saos Cuko-nya yakni gula merah, gula pasir, garam, kecap asin, bawang putih, cuka dan air. Sedangkan untuk melengkapi penyajiannya bisa ditambahkan mie kuning (yang sudah dimasak) dan irisan mentimun.

Di samping Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, peserta juga diajarkan membuat sajian Gurami Terbang. Caranya menyiapkan ikan gurami yang sudah dibersihkan sisik dan isi perutnya lebih dulu, kemudian digoreng. Sedangkan untuk membuat Sambal Terasi, butuh bahan sebagai berikut cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, tomat, gula merah, asam Jawa, terasi, garam, vetsin dan gula pasir.  

Resep masak berikutnya adalah membuat Iga Bakar Black Pepper. Bahan yang dibutuhkan adalah iga sapi, serai, jahe, lengkuas, daun salam, air, garam, nutmeg, anistar, kayu manis, wortel utuh, bawang bombai utuh, irisan bawang putih dan bawang merah, bawang prei, gula pasir, vetsin, lada bubuk dan kaldu block.

Untuk resep masak yang terakhir yakni membuat Iga Bakar Pedas Manis, maka bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi iga sapi, serai, jahe, lengkuas, daun salam, air, kayu manis, nutmeg, anistar, wortel, bawang bombai (onion), irisan bawang putih dan bawang merah, bawang prei, garam, merica, vetsin dan kaldu block.

Sementara itu untuk membuat tumisannya, butuh bahan sebagai berikut jahe kupas, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai hijau besar, kecap manis, kecap asin, vetsin dan minyak untuk menumis.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus memasak di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga

Chef Haris Suseno Ajarkan Teknik Membuat Ayam Goreng Ala Kanton

Kisah Nuraini dan Any Farida, Kursus Masak di  Tristar Institute

Chef Haris Ajarkan Teknik Membuat Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine  

TERMOTIVASI untuk menambah ragam menu baru selama Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H di rumah makan yang dikelolanya di kawasan Gresik Kota Baru (GKB), Nuraini dan Any Farida --ibu dan anaknya— ini kompak mengikuti kursus private masak Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu (Honey Roasted Chicken), Ayam Rosemary dan Bistik Galatine di Akpar Majapahit.

Pengelola rumah makan Ayam Kremes Hidayat (belakang Giant Hypermarket) Jl Brotonegoro Barat No. 15, Gresik Kota Baru ini, praktik masak secara private dengan dipandu langsung oleh instruktur Tristar Institute Haris Suseno bersama asistennya Abdul Rozy, di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (13/06/2016).

Kepada kru www.culinarynews.info, Nuraini menuturkan, tekadnya belajar membuat Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine kepada  ahlinya di Tristar Institute, karena pihaknya ingin ”menggoyang” Gresik Kota Baru dengan menu-menu baru yang enak dengan harga terjangkau yang disuka konsumen.

Wanita paro baya ini bertekad membuat sajian Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine yang berbeda dengan yang ada di kawasan Gresik, baik dari aspek cita rasa, tekstur maupun cara penyajiannya, setelah dirinya belajar di Tristar Institute.

”Saat ini, saya baru membuka rumah makan di Gresek Kota Baru, dengan  menyajikan ayam kremes, gurami bakar, gurami kremes, patin bakar, patin kremes, aneka penyetan (ayam, ikan dan tempe) dengan sambalan (sambal terasi dan sambal cabai hijau),” ujar Nuraini di dampingi putrinya Any Farida, di sela kursus private.

Dalam kesempatan itu, Chef Haris menjelaskan, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine.

Untuk membuat Ayam Goreng ala Kanton, misalnya, butuh bahan  ayam broiler, jeruk nipis, ngohyong, star anise, pewarna makanan kuning, garam, air, bebeko, chicken powder, jahe, cengkih dan kayu manis.

Selain itu, ada juga bahan isian perut ayam yakni bawang putih, bawang merah, bawang prei, garam, merica bubuk, ngohyong, jahe, cabe merah, kayu manis, cengkih dan bunga bawang. Sedangkan untuk bahan cocolannya adalah ngohyong, vetcin dan garam.

Selain Ayam Goreng ala Kanton, peserta juga belajar membuat Ayam Madu dengan menggunakan bahan sebagai berikut ayam ras, bawang putih, bawang merah, madu, asam, gula merah, merica, jahe, ketumbar, garam, penyedap, pewarna makanan red yellow dan air.

Resep masak ketiga adalah membuat Ayam Rosemary. Bahan yang dibutuhkan adalah dada ayam, sedangkan untuk membuat marinasinya maka bahan yang diperlukan adalah white wine, olive oil, basil, rosemary, bawang putih, garam dan merica secukupnya. Sementara itu untuk membuat sausnya, bahan yang dibutuhkan adalah  tepung, kaldu ayam, garam dan merica secukupnya.

Untuk resep masak yang terakhir yakni membuat Bistik Galatine, maka bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi roti tawar plus kulitnya, susu cair tawar, daging sapi, bawang bombay, bawang putih, pala parut halus, bubuk merica hitam, kecap asin, saus tiram, telur, gula pasir dan garam.

Sementara itu untuk membuat sausnya, maka bahan yang dibutuhkan adalah margarine, bawang bombay, bawang putih, merica bubuk, cengkih, kayu manis, pala parut halus, kecap manis, saus tomat, saus tiram, gula Jawa, air kaldu, maizena, garam dan irisan daun bawang.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus memasak di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Yuyun Anwar Ajarkan Teknik Membuat Mie Aneka Toping dan Cara Berbisnis Mie Trendy Pedas Berlevel

Yuyun Anwar Ajarkan Teknik Membuat Mie Aneka Toping dan Cara Berbisnis Mie Trendy Pedas Berlevel



LABORATORIUM  Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, kembali menghelat kursus teknik membuat mie aneka toping dan cara berbisnis mie trendy pedas berlevel pada Rabu (25/05/2016) siang.

Kursus membuat mie aneka toping dan cara bebisnis mie trendy pedas berlevel  yang diikuti sebelas orang peserta tersebut dibimbing langsung oleh Yuyun Anwar dan dibantu dua orang asisten. Pelatihan ini mengambil tempat di lantai 3 Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya.

Kepada peserta kursus membuat mie aneka toping tersebut, bu Yuyun, sapaan akrab Yuyun Anwar, menerangkan, bisnis mie ayam dengan toping beraneka yang dijual oleh pedagang kaki lima dengan menggunakan gerobak menetap atau berkeliling sampai sekelas resto.

Usaha mie ayam  yang biasa disebut mie pangsit karena dihidangkan dengan potongan pangsit goreng, awalnya bisnis ini memang sangat banyak dikelola baik pribadi maupun kelompok.

Pedagang mie ayam ini seringkali tampil pagi, siang sampai malam ini hadir disetiap tempat di manapun. Dengan porsi penyajian yang rata-rata mengenyangkan, maka mie ayam menjadi pilihan masyarakat kelas menengah bawah.
       
Umumnya mie ayam disajikan dalam kondisi hangat, semangkuk penuh dan saos sambal yang diambil sesukanya, tentu saja sangat menarik perhatian pelanggan. Mie yang paling banyak menggunakan ayam disajikan dengan kuah langsung yang dicampur.

Usaha mie ayam gerobak sangat banyak jumlahnya. Di kota-kota besar bisa mencapai ratusan pedagang mie ayam yang setiap hari menjajakan barang dagangannya. Mereka biasanya membeli bahan dasar dari beberapa penyulai mie baik mie basah maupun mie kering di pasaran.

”Sementara itu yang disebut mie aneka toping adalah usaha masakan mie yang menjual aneka olahan mie yang lebih berkualitas dan pilihan topingnya lebih bervariasi dengan rasa pedasnya berjenjang (berlevel). Usaha mie aneka toping ini biasanya dijual dengan menggunakan konsep resto atau rumah makan,” kata bu Yuyun kepada kru www.culinarynews.info, Rabu (25/05/2016) siang.

Usaha mie aneka toping ini pilihan menu yang disajikan lebih banyak dan bahan baku mienya juga lebih bermutu dibanding usaha mie ayam skala pedagang kaki lima (PKL) yang masih menggunakan gerobak dorong.

Beberapa jenis bakmi seringkali menggunakan nama daerah, nama pemilik usaha sampai keunggulan mienya. Usaha resto bakmi dalam skala besar dengan restoran mewahnya, misalnya Bakmi Gajah Mada, Bakmi Resto, Bakmi Gondangdia, Bakmi Golek, Cwei Mie Malang dan ratusan nama usaha masakan bakmi di daerah dalam skala resto baik kecil maupun  jaringan.

”Usaha besar resto bakmi tersebut pada awalnya  memang dirintis dari kecil namun dengan penuh komitmen dan kerja keras dari usaha skala rumah makan kecil kemudian menjelma menjadi resto besar bahkan resto jaringan franchise,” terang wanita paro baya ini kepada peserta.

Belakangan muncul nama-nama resto yang kekinian dengan menyebut sensasional menunjukkan bahwa pedas sebagai salah satu pendorong agar orang mengonsumsi mie lebih banyak lagi. Beberapa nama bahkan keluar dari pakem, mulai dari mie akherat, mie setan, mie kober atau mie neraka dan seterusnya.

Malahan  ada pebisnis mie aneka toping mengambil tema yang menunjukkan efek dari makan mie yang pedas seperti mie nyonyor, pedas mampus, mie kobong, mie tahanan dan seterusnya. Pasalnya mereka yakin masakan mie dengan memberikan level kepedasan diyakini bisa memberikan dampak adiktif bagi konsumennya sehingga inginnya makan mie terus dan terus.

Sebelum praktik membuat mie dan membuat mie ayam aneka toping pedas berlevel, bu Yuyun memberikan tips bagaimana menerapkan segmen pasar, membuat sajian mie yang unik dan berbeda dari biasanya, memilih lokasi usaha, menghitung modal usaha dan peralatan hingga profit margin-nya.

Dalam kesempatan itu, bu Yuyun juga  menerangkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk  membuat noodle (mie) mulai mie telur (basah), mie kering, mie sayur hingga pangsit mie ayam, sebelum praktik di Laboratorium Praktik Tristar Institute.
Untuk  membuat mie yang enak untuk pangsit, selain faktor pemilihan tepung terigu dan bahan pendukung lainnya (bisa dibeli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Tepung terigu sebagai bahan utama dalam pembuatan mie atau kulit pangsit, sebaiknya Anda gunakan tepung yang proteinnya tinggi agar diperoleh gluten yang tinggi untuk pembentukan mie,” kata bu Yuyun kepada peserta kursus.
   
Selain tepung terigu, ada bahan pendukung lainnya seperti Modified Starch Ultra Bond (MSUB) yang berfungsi untuk membantu agar adonan bisa elastis sehingga tidak mudah sobek. Disarankan, penambahan MSUB antara 5-15 persen dari jumlah tepung terigu yang dipakai.

Juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Begitu juga pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) berfungsi sebagai pengenyal mie sehingga mie tidak mudah menjadi bubur.

Dalam praktik membuat noodle, kemarin,  peserta juga dikenalkan bahan pengawet makanan yakni Sodium Benzoat pada pembuatan mie telur (basah) agar tidak cepat rusak. Selain itu, pihaknya juga memakai Carboxy Methyl Cellulose (CMS) pada proses pembuatan mie kering sebagai pengikat bahan lain dan memberikan tekstur mie halus setelah direbus.
   
”Tak lupa kami pun menggunakan garam untuk memberikan rasa asin dan membantu pembentukan gluten dari tepung terigu sehingga mie mudah dibentuk. Pewarna (makanan) juga perlu dilarutkan dalam air supaya pewarna itu mudah bercampur dengan adonan tepung terigu,” kata bu Yuyun menjelaskan.

Usai praktik membuat mie telur beku tahan dingin dan panas tidak mengembung (basah), mie kenyal tanpa telur (kering), mie sayuran dan mie bening tanpa pengenyal low gluten, bu Yuyun juga mengajarkan cara membuat bumbu untuk mie serba guna, kuah kaldu beku siap saji portioning, aneka saos (sambal) pedas berlevel, bumbu tauco pedas, toping (babat/paru/daging) hitam manis, chicken katzu, siomay ayam (@ 20 gram), toping ayam dan pangsit mie.

Salah satu rahasia membuat pangsit mie ayam adalah dari kuahnya. Untuk citarasa yang istimewa, sebaiknya  Anda membuat kaldu untuk kuah pangsit dari tulang kaki sapi (sengkel). Citarasa kuahnya memang berbeda dengan kuah pangsit dari daging dan tulang ayam.

Begitu juga ketika praktik membuat kulit pangsit yang renyah  saat digoreng bersama isinya, selain menggunakan tepung terigu yang tinggi kandungan proteinnya,  merk Bogasari Kereta Kencana, misalnya, Anda mesti menambahkan Modified Starch Ultra Bond (MSUB), garam, telur ayam, minyak goreng dan air secukupnya. ”Terbukti kulit berikut isi pangsit crispy-nya terasa banget saat dicicipi usai digoreng,” tandas bu Yuyun sambil mengajak peserta kursus mencicipi pangsit goreng tersebut.

Nah, jika Anda berminat menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Tristar Institute, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Workshop Menjadi Juragan Bakso di Laboratorium Praktik Tristar Institute

Workshop Menjadi Juragan Bakso di Lab Praktik Tristar Institute  

Yuyun Anwar Dampingi 10 Peserta Workshop Praktik Membuat Aneka Resep Bakso Skala ”Home Industry”

LEMBAGA Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute kembali menghelat ”One Day Training dan Workshop menjadi Juragan Bakso” bersama Yuyun Anwar di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya pada Rabu (20/04/2016).

Workshop menjadi Juragan Bakso itu diikuti 10 peserta yang berasal dari Surabaya, Malang, Jember, Jombang dan Sumenep (Madura). Para peserta workshop itu adalah Achmad Anas, Metria Anggraine, Evita Natalia Luluk, Fransisca Wijaya Kusuma, Suziani, Herman, David Tirta K.S., Ian Hastono, Lindawati Budisantoso dan Tunjung Dwi A.

Peserta workshop menaruh ekspektasi tinggi terhadap Yuyun Anwar, instruktur workshop menjadi juragan bakso. Pasalnya, Yuyun sudah dikenal luas sebagai instruktur berpengalaman sehingga kehadirannya dimanfaatkan betul oleh peserta workshop untuk menangguk  ilmu seputar sisik melik cara membuat aneka bakso berikut kuahnya hingga mencari tahu bagaimana kiat memasarkannya.

Peluang usaha bakso daging (sapi atau ayam) masih menjanjikan. Bakso daging sapi, khususnya, adalah jenis makanan yang paling digemari karena memiliki pasar ganda baik sebagai pelengkap hidangan maupun hidangan utama.

Sebagai pelengkap, bakso daging sapi sering menemani mie ayam, oseng-oseng, nasi goreng, cap jay, sup dan makanan lainnya. Sementara sebagai menu utama, bakso dihidangkan dengan kuah yang disajikan dari level bawah yakni kelas gerobak sampai kelas resto dan hotel berbintang.

Usaha bakso daging sapi lengkap dengan kuah siap saji mudah dijumpai di mana-mana. Beberapa jenis bakso yang seringkali dijual adalah bakso malang yang lengkap dengan menu tambahan yang variatif. Begitu juga bakso solo atau wonogiri.

Saat ini juga banyak berkembang aneka jenis bakso siap saja dalam bentuk resto franchise (di-franchise-kan), seperti bakso kepala sapi, bakso cak man, bakso kota, bakso cak eko untuk skala resto menengah.

”Sedangkan jenis bakso resto skala besar dan mewah seperti bakso lapangan tembak atau bakso ino banyak dijual di tempat strategis seperti bandar udara atau mall besar. Sementara jenis gerobak bisa dikelola oleh perorangan atau kelompok,” kata wanita paro baya yang berhijab ini kepada peserta workshop, kemarin siang.

Usaha bakso daging dalam bentuk kemasan dan curah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar non siap saji, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang nasi goreng atau penjual mie hingga pasar modern (supermarket dan hypermarket).

Bentuk usaha ini bisa dimulai dari skala rumahan (home industry) sampai skala pabrikan. Bakso diwadahi dalam kemasan kecil atau besar sesuai kebutuhan. Rata-rata pemain yang bergerak di sektor usaha ini didominasi sejumlah perusahaan besar.

Selain mengulas peluang pasar bakso, Yuyun Anwar juga menjelaskan bahan baku dan bahan tambahan (additive) untuk membuat bakso daging terutama daging sapi. Semua bagian dari daging sapi bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bakso. Jenis daging yang digunakan bisa memakai daging segar di pasar tradisional atau daging sapi beku yang didatangkan dari mancanegara (daging impor).

Daging ayam dada tanpa kulit dan tulang, bisa digunakan sebagai substitusi daging sapi yang mahal. Memilih jenis daging ayam bagian dada sangat penting karena rasa daging yang relatif netral dibanding bagian lain seperti paha.

Tepung, bisa menggunakan tepung tapioka/aci/kanji atau sagu. Hanya saja harga tepung sagu lebih mahal dibanding tapioka. Es berfungsi sebagai pembentuk adonan lebih lunak dan untuk mempertahankan suhu adonan tetap dingin sehingga kandungan proteinnya tidak rusak.

Bumbu untuk menambah citarasa antara lain gula, vitsin, bawang putih, bawah merah dan lain-lain. Selain itu, untuk membuat bakso daging juga ditambahkan additive seperti tepung modifikasi (modified flour) agar penampilan bakso lebih bagus, fosfat untuk makanan (bahan tambahan ini diaplikasikan untuk penyeimbang dan restrukturisasi daging yang sudah dipotong) dan ISO (Isolated Soya Protein). 

Bahan tambahan ini (ISO) berfungsi pengikat atau binder atau emulsifier yang mengikat minyak (lemak) dengan air sehingga menjadi adonan yang kompak dan tidak pecah.

Dalam kesempatan itu, Yuyun Anwar  juga menjelaskan manajemen praktis pembuatan bakso yang tepat mulai pembelian bahan baku, additive, bumbu dan tepung hingga pengemasan dan penyimpanannya.

Peserta juga dikenalkan mesin mincer, mesin mixer dan mesin cetak bakso yang praktis dan efisien. Pasalnya mesin cetak bakso itu bisa mencetak butiran bakso dengan cara cepat dengan ukuran sama sesuai keinginan.

Sementara itu untuk mengemas bakso digunakan plastik vacuum berbahan PE dengan sistem vacuum yang menyedot udara di dalam kemasan. Kelebihan dari sistem ini  membuat umur simpan bakso lebih panjang saat ditaruh di ruang pendingin (freezer).

”Mengingat workshop ini bertujuan melahirkan juragan-juragan bakso yang baru, maka peserta juga saya ajarkan cara menghitung harga jual bakso dan analisis usaha membuat bakso daging halus kress, bakso daging murah meriah, bakso daging murah antisusut, bakso urat (jamur), dan bakso gepeng termasuk kuah bakso sapi yang lezat,” terang Bu Yuyun sapaan akrabnya.

Fransisca Wijaya Kusuma, peserta workshop dari Jember, mengaku untuk kali kedua belajar masak di Tristar Institute. Jika sebelumnya Sisca, sapaan karibnya, belajar masak aneka mie hot plate dengan instruktur chef Haris Suseno, giliran sekarang dirinya mengikuti workshop menjadi juragan bakso bersama chef Yuyun Anwar.

”Saya belajar masak aneka mie hot plate dan aneka bakso ini memang punya tekad buka outlet baru di Jember, setelah sebelumnya eksis membuka usaha kampoeng cafe yang menyediakan aneka penyetan,” kata ibu muda berjilbab ini kepada kru www.culinarynews.info, disela pelatihan, kemarin.

Dengan demikian, pihaknya akan mengendalikan dua outlet, yang menyajikan  menu berbeda, yakni outlet pertama kampoeng cafe menyajikan aneka penyetan, sedangkan outlet yang kedua fokus menyediakan aneka mie hot plate dan aneka bakso.

”Resto baru yang akan saya buka itu nantinya akan membidik segmen pasar kelas menengah atas, setelah saya mencermati bisnis kuliner di Jember belakangan tumbuh subur dan trend-nya semakin menjanjikan,” pungkasnya.

Anda berminat belajar membuat aneka resep bakso daging sapi untuk usaha sekaligus menjadi seorang juragan bakso terkenal, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Orchid Bakery dari Banjarbaru Beli Alat Penapis Minyak di Tristar Machinery

Orchid Bakery dari Banjarbaru Beli Alat Penapis Minyak di Tristar Machinery


UNTUK mengantisipasi lonjakan permintaan roti, kue dan snack jelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Orchid Bakery yang berpusat di Jl Batas Kota Dalam No. 100 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendatangkan mesin penapis minyak (spinner) dari Surabaya.

Alat penapis minyak tersebut dipesan oleh Fachruddin dari Orchid Bakery langsung di outlet Tristar Machinery Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya. Untuk memuluskan transaksi dengan pihak Tristar Machinery, Orchid Bakery mempercayakan kepada Isradin, salah satu kerabat dekatnya yang tinggal Perumahan Delta Sari Indah BM-02 Waru, Sidoarjo pada Rabu (04/05/2016) lalu.

Selama ini, Orchid Bakery yang membuat roti (cake), kue-kue dan aneka snack dari bahan kacang-kacangan –kacang telor, kacang atum, kacang pilus, kacang kulit--  masih mengandalkan sistem pengeringan secara manual dengan cara diangin-anginkan untuk mengeringkan kacang goreng. 

”Jika kacang sehabis digoreng hanya diangin-anginkan untuk proses pengeringannya, tentu butuh waktu lama. Makanya, kami harus membeli spinner (alat penapis minyak) guna mempercepat proses pengeringannya, karena pesanan jelang Lebaran biasanya meningkat,” kata Isradin di outlet Tristar Machinery, pekan lalu.

Dengan memanfaatkan mesin penapis minyak seharga Rp 3,3 jutaan ini, Orchid Bakery siap mengantisipasi lonjakan permintaan pelanggan baik roti (cake), kue-kue maupun aneka snack (kacang goreng) untuk Lebaran mendatang yang mencapai 100 persen lebih dibandingkan hari-hari biasa. 

Menurut Sofyan, dari Tristar Machinery, selain menyediakan alat penapis minyak (spinner), juga aneka peralatan memasak lainnya seperti gas fryer, freezer, mesin presto ikan bandeng. 

Aneka mesin dan peralatan masak yang ditawarkan Tristar Machinery kebanyakan adalah produksi China dan buatan Indonesia, sedangkan sisanya diimpor dari Jepang, Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dominasi produk China yang ditawarkan kepada pelanggan itu karena harganya sangat terjangkau, tetapi jika dibandingkan dengan produk buatan Jepang, terus terang kualitas produk Jepang berada jauh di atasnya. Hanya bedanya, harga peralatan masak buatan Jepang bisa terpaut sampai dua kali lipatnya dibanding harga produk sejenis dari China.

Selama Triwulan I tahun 2016 ini, permintaan berbagai jenis peralatan masak yang di-handle Tristar Machinery terus mengalir mulai mesin pencetak bakso, alat es puter manual, sausage stuffer (mesin filling sosis manual), mesin presto industri, freezer (mesin pendingin). food processor, blender, mixer, mini vacuum sealer, spiner, alat penapis minyak, cup sealer, hand sealer hingga continuous sealer. 

Setiap hari sedikitnya 10 calon konsumen yang datang langsung ke mari untuk mencari peralatan masak. Sedangkan calon konsumen lainnya terutama dari luar kota dan luar Jawa juga banyak yang menghubungi lewat telpon setelah mereka browsing internet. Selain tanya-tanya spesifikasi barang dan harganya, mereka juga menanyakan bagaimana pengiriman barang itu kalau pemesannya dari luar pulau.

Selain menanyakan spesifikasi barang dan harga, konsumen juga menanyakan layanan purna jual (after sales service) dan garansi pembelian. Menurut pihak Tristar Machinery, setiap produk yang dibeli ada garansi servis (sekitar 1 tahunan). Pembeli mesin presto industri juga mendapat spare part berupa satu buah seal karet untuk dipakai cadangan. 

Harga barang yang di-display di outlet Tristar Machinery hampir semuanya ada fasilitas diskonnya, maksimum 10 persen. Selain itu, untuk menarik pembeli, Tristar Machinery juga melayani jasa antar gratis di wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk pembelian dengan nilai tertentu. 

”Sedangkan untuk pengiriman barang ke luar kota atau luar pulau, Banjarbaru (Kalsel), misalnya, pembeli dikenakan biaya ekspedisi yang besar kecilnya disesuaikan dengan jauh dekat alamat pelanggan dan ukuran (berat) barang yang akan dikirim,” tandas Sofyan, di sela kesibukannya menyiapkan palet untuk mengapalkan alat penapis minyak pesanan Orchid Bakery ke Banjarbaru, Kalsel.

Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga.

Chef Ari Berbagi Cara Buat Aneka Bakso kepada Peserta Kursus Private

Kursus Masak di  Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Ari Purwanto Berbagi Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso






CHEF Ari Purwanto berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada dua orang peserta kursus private bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (23/04/2016).

Peserta kursus private bakso itu adalah Amelia F. Kalasuso dan Mangatta Matandung dari Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka jauh-jauh dari Sulsel datang ke Surabaya hanya untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Kursus private satu paket lengkap bakso  –yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus private bakso, chef Ari dibantu oleh Arjun, asistennya. 

Kepada kru www.culinarynews.info, Amelia dan Mangatta menuturkan, tekadnya belajar private satu paket lengkap bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena ingin ”menggoyang” Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara.

Wanita paro baya ini bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang sudah ada di Rantepao khususnya, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Saat ini, saya baru membuka café & resto di pusat kota Rantepao, dengan  menyajikan aneka masakan khas daerah Sulsel yang saya kelola sejak beberapa tahun silam,” ujar ibu paro baya ini, di dampingi  putrinya yang sekarang masih kuliah di jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra Surabaya.

Meskipun sudah punya usaha resto, namun dirinya tidak berhenti belajar sekalipun harus terbang ke Surabaya, ia akan melakoni. Pasalnya, ia ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya sekaligus memenuhi kebutuhan kuliner pelanggan setianya di Kabupaten Toraja Utara Sulsel.

Amelia dan Mangatta semakin termotivasi belajar private membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z, setelah mendapat masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama pelatihan. Instruktur masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus private satu paket lengkap bakso, chef Ari menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus private bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus private asal Rantepao Sulsel ini juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari lagi.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging untuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Chef Yanuar Bimbing Peserta Kursus Cara Masak Ayam Goreng Kremes ala Resto

Kursus Masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit
Chef Yanuar Kadaryanto Bimbing Peserta Kursus Cara Memasak Ayam Goreng Kremes ala Resto


Sabtu (23/04/2016), Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya melayani pelatihan memasak ayam goreng kremes oleh chef Yanuar Kadaryanto, di dapur kuliner 3, lantai 3 Gedung Graha Tristar.

Berbicara tentang ayam, banyak sekali masakan yang bisa diolah dan dikreasikan dari bahan dasar ayam, misalnya ayam goreng tepung, ayam kecap, balado ayam, opor ayam atau ayam goreng. Untuk ayam goreng merupakan salah satu olahan ayam yang sangat mudah dan sederhana karena pengolahannya tak membutuhkan waktu yang lama dalam memasaknya.

Barangkali jika ayam digoreng disajikan begitu-begitu saja, lama kelamaan bosan juga, makanya perlu dikreasikan lagi ayam goreng yang lezat itu dengan ditambahkan kremesannya. Yang spesial dari resep ayam goreng ini tentu saja kremesan yang menemani ayam goreng, meskipun pada dasarnya ayam goreng itu sudah memiliki rasa enak dan gurih.

Ayam goreng semakin enak dan lezat dengan kremesan yang terbuat dari tepung beras. Sekadar informasi ayam goreng kremes sendiri memang identik dengan kota Jogjakarta dan sekitarnya. Pasalnya, di kota itu banyak restoran yang menyajikan ayam goreng kremes sebagai menu utamanya. Di antara restoran yang sudah kondang menyajikan menu ayam goreng kremes yakni Restoran Ny. Suharti dan Mbok Berek.

Citarasa ayam goreng yang enak dengan kremesannya yang gurih karena terbuat dari sisa air bumbu bekas rebusan ayam dan santan semakin menciptakan kenikmatan tersendiri disetiap suapnya. Ayam goreng kremes cocok sekali disajikan dengan nasi putih yang pulen beserta sambal dan lalapannya.

Praktik membuat ayam goreng kremes ala resto inilah yang diajarkan instruktur dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit kepada peserta kursusan. Pelatihan ayam goreng kremes yang diasuh chef Yanuar itu diikuti 10 peserta dari Surabaya, Malang, Jombang, Pamekasan (Madura) hingga Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

10 orang peserta pelatihan itu adalah Setyo Budi Wahjono, Ayu Mega Kusumastuti, Solus Aegrety Levest, Evi Herawati, Herman, Lindawati Budisantoso, Ricka Rooswijani, Achmad Fatchulloh, Yuliati Ningsih dan Norhalisah.

Mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan dari chef  Yanuar mulai pengenalan bahan dan bumbu-bumbunya, peralatan masak hingga teknik pengolahan ayam kremes yang enak berikut cara membuat sambalnya.

Kepada 10 peserta kursus masak ayam kremes, chef  Yanuar mengatakan, untuk membuat ayam kremes yang enak, selain faktor pemilihan bumbu dan cara mengolahnya, juga aspek pemilihan ayam punya peranan penting.

Untuk skala ekonomi (buka usaha), ayam yang dipilih adalah ayam pejantan dengan bobot 750-900 gram per ekornya. Ayam pejantan ini di samping harganya ekonomis, juga mudah dicari di pasar tradisional. Selain cocok untuk dibuat ayam kremes, ayam pejantan ini juga direkomendasi untuk dibuat ayam tulang lunak.

”Selama praktik masak membuat ayam kremes, peserta selain saya ajarkan pengetahuan bahan, teknik memotong ayam yang betul, ngungkep bumbu dan masak daging ayam (bisa pakai presto), juga  diajarkan cara membuat kremesannya dan sambal bajak,” terang chef Yanuar, yang juga pengajar pada Program Studi (Prodi) Culinary Akpar Majapahit, Sabtu (23/04/2016), akhir pekan lalu. 

Bahan ayam goreng kremes adalah ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras satu ekor potong sesuai selera, santan 1.000 ml dari separo butir kelapa, daun salam dua lembar dan serai dua tangkai yang sudah dimemarkan.

Bumbu halus ayam goreng kremes meliputi bawang putih enam siungm bawang merah lima butir, kemiri empat butir, ketumbar setengah sendok makan, kunyit dua ruas jari, garam setengah sendok makan, kaldu bubuk rasa ayam satu sendok teh dan gula pasir satu sendok teh.

Bahan kremesan ayam goreng dari air rebusan ayam 350 ml dan tepung beras tiga sendok makan. Sedangkan bahan untuk membuat sambal ayam goreng kremes meliputi bawang merah lima butir, cabai merah enam buah, cabai rawit merah tiga buah, terasi satu sendok teh, tomat satu buah, gula merah satu sendok teh dan garam secukupnya. Sementara itu bahan tambahan untuk lalapannya antara lain mentimun, kol, daun selada, irisan tomat, jengkol yang sudah direbus, daun kemangi dan petai bakar.


Cara membuat ayam goreng kremes:
1.   Langkah awal cuci bersih ayam, lalu rebus ayam beserta bumbu halus dan semua bumbu lin dalam santan
2. Selanjutnya umgkep ayam dengan menggunakan api kecil hingga matang, (tapi jangan sampai santannya habis, sisakan 350 ml untuk bumbu kremesan nanti), lalu angkat ayam yang sudah matang tersebut dan sisihkan.
3.    Selanjutnya saring sisa rebusan ayam (350 ml), kemudian tambahkan tepung beras dan aduk hingga rata.
4.    Celupkan ayam ke dalam adonan kremesan, kemudian goreng ayam hingga kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
5.   Untuk membuat kremesannya, goreng sisa adoman kremesan, angkat lalu remes-remes agar terbentuk butiran-butiran kecil kremesan. Taburkan kremesan yang sudah jadi di atas ayam goreng.


Cara membuat sambal ayam goreng:
1.  Goreng semua bahan sambal hingga matang, kecuali garam dan gula.
2.    Kemudian ulek bahan sambal sampai halus (bisa di-blender tidak sampai halus), lalu tambahkan garam dan gula secukupnya.
3.    Panaskan minyak goreng sedikit, lalu tumis lagi sambal, aduk-aduk hingga bahan  tercampur rata dan matang, kemudian angkat.
4.    Ayam goreng kremes ala resto siap disajikan dengan sambal dan lalabannya.


Untuk daging aqyam sebaiknya menggunakan ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras agar hasilnya lebih enak, gurih dan makyus. Sebetulnya boleh saja menggunakan daging ayang sayur, tetapi hasilnya kurang maksimal. Pasalnya, ayam goreng kremes ala resto, sebaiknya memakai ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras yang gurih rasanya.
”Demi menjaga agar rasanya tetap enak yang terpenting adalah saat pembuatan bumbunya harus pas, biar hasilnya tetap lezat. Saat meracik bumbu ditambahkan kunir sedikit dalam bumbu ayam goreng kremes bertujuan agar warnanya terlihat lebih cantik,” kata chef Yanuar memberikan tips kepada peserta pelatihan.



Nah, Anda tertarik dengan kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga
Pencarian
Tristar Ameekom
Kursus Pengerjaan Elektrikal, HVAC, Elektronik, dan masih banyak lagi

Kunjungi Website kami untuk keterangan lebih lanjut
Who's online
There are currently 0 users and 2 guests online.
Online User