Machinery
JAKARTA:
Tristar Institute
Telp/Fax: 021-53151389.
Flexi; 021-49111425. 
IM3: 085775501848
Simpati: 081318230199. 
PIN BB: 24ED6A75 - 2A8798AE 
Fren: 08883271088.
PIN BB:3298F492
Simpati: 081231071701.
PIN BB: 2AEB02F6
Komplek Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-32-33. Serpong - Tangerang

SURABAYA:

Kursus Wira Usaha
Jln. Raya Jemursari 234 & 244. Surabaya.
Telp: 031-8480823. 081295743779, 085851118650, 087703365283
PIN BB: 28D8E523, 5399098E, 5D817E40

Info Mesin: 031-8499799 

HP:082139081968 -  PIN 20EE107D
 088217296097 -  PIN BB: 3159B656 
 08883203340 - 081216641483.

Tristar Machinery TEC.
Telp: 031-52403038-39.
HP: 082330853729 - PIN BB: 32F31662
HP: 088852727994 - PIN BB; 3277F9F9
Tunjungan Electronic Centre Lantai 3 
Jalan Tunjungan no 5-7. Surabaya - Indonesia. 

Video Gallery

logoculinary.png

TTA

tristar royal GIF

  • strict warning: Non-static method view::load() should not be called statically in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/views.module on line 843.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_display::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_display.inc on line 1707.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_display_page::options_submit() should be compatible with views_plugin_display::options_submit(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_display_page.inc on line 479.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort_broken::ui_name() should be compatible with views_handler::ui_name($short = false) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_sort.inc on line 82.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 585.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 585.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_broken::ui_name() should be compatible with views_handler::ui_name($short = false) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 609.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_style_default::options() should be compatible with views_object::options() in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_style_default.inc on line 25.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 124.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 124.

Pembuat Pentol Bakso dari Candi Sidoarjo Datangkan Mesin Pencetak Bakso dari Tristar Machinery

Tristar Machinery Sediakan Aneka Peralatan Masak Berkualitas

Pembuat Pentol Bakso dari Candi Sidoarjo Datangkan Mesin Pencetak Bakso dari Tristar Machinery

PEMBUAT pentol bakso dari Candi Sidoarjo, Aris Moedjiono, Jumat (07/10/2016), mendatangkan mesin pencetak bakso dari Tristar Machinery Surabaya. Pembelian alat baru senilai Rp 12,6 jutaan tersebut dilakukan, setelah Aris menerima order dari pengusaha Hongkong.

Menurut informasi dari Sofyan dan Dessy, anggota tim Marketing CV Tristar Machinery, kemarin, sebelum memutuskan membeli mesin pencetak bakso di sini, Aris Moedjiono sehari-hari menyediakan pentol bakso di pasar untuk memenuhi pesanan pedagang bakso, pemilik restoran dan ibu-ibu rumah tangga di daerah Sidoarjo dan sekitarnya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Namanya rejeki, bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah pengusaha dari Hongkong, yang minta disuplai pentol bakso produksi Aris Moedjiono dari Candi Sidoarjo secara rutin.

Untuk itulah, Aris Moedjiono datang ke outlet Tristar Machinery Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya, guna memastikan mesin pencetak bakso --berkapasitas 1000 butir per jam-- yang dicari tersebut, barangnya tersedia (ready).

Keberadaan mesin pencetak bakso ini sangat membantu pekerjaannya untuk memenuhi permintaan pengusaha Hongkong tersebut. Pasalnya, pentol bakso itu rencananya dikirim ke Hongkong –dengan jasa angkutan pesawat terbang atau kapal laut—dan dikemas dalam bentuk frozen (beku), agar pentol bakso itu tidak rusak sesampai di alamat pemesan yang jaraknya ribuan kilometer dari Sidoarjo.

Menurut Sofyan dari Tristar Machinery, alat pencetak bakso ini harga ritelnya dibandrol Rp 12,6 jutaan per unit. Mengingat pembelinya beralamat di daerah Candi Sidoarjo, maka pihak ekspedisi dari Tristar Machinery yang mengirim langsung mesin pencetak bakso ini ke alamat pembeli.

Berbeda dengan mesin blender bakso tipe R-22 berkapasitas 3 kilogram pesanan Arsyi H. Tamsil, pemilik Restoran Pelangi, Tual, Maluku Tenggara ini, pengapalannya diurus oleh perusahaan jasa ekspedisi yang menjadi langganan dari pihak pembeli mesin tersebut.

”Tristar Machinery hanya mengepakkan mesin blender bakso --yang dibandrol Rp 3,610 jutaan per unit-- agar memudahkan handling-nya saat barang tersebut dikapalkan ke Maluku Tenggara dari Pelabuhan Tanjung Perak,” tutur Sofyan di dampingi Subangkit, teknisi Tristar Machinery, kepada kru www.culinarynews.info, kemarin.

Marketing Tristar Machinery, Dessy menambahkan, beberapa barang yang baru datang (new arrival) kini dipajang di outlet Tristar Machinery, di antaranya adalah dua unit oven aluminium yang dibandrol Rp 3,6 jutaan per unit. Harga satu paket oven aluminium itu terdiri dari rak oven, ovennya sendiri (terdiri dari dua rak) dan selang elpiji.

Selain oven aluminium, di outlet Tristar Machinery juga men-display rak roti (bakery pon) –tersusun atas 15 rak— sedangkan harga per unitnya dipatok Rp 2,09 jutaan. Tinggi rak roti tersebut sekitar 175-180 cm. Barang yang baru datang berikutnya adalah mesin penapis minyak berkapasitas 1,5 kilogram dan harga ritelnya dipatok Rp 2,25 jutaan per unitnya. 

Menurut Asisten Direktur CV Tristar Machinery Andrian L. Bandono, memasuki semester II Tahun 2016, permintaan aneka peralatan masak dan mesin pemroses makanan trennya semakin meningkat. Sehingga, pihaknya kewalahan melayani order dari pelanggan, baik di Jatim maupun luar Jawa khususnya dari wilayah  Timur Indonesia, termasuk pelanggan dari Timor Leste.

Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry) berkualitas dengan harga terjangkau, Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 dan 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga.

Pengelola Café & Resto dari Magelang Belajar Teknik Membuat ”Virgin Coconut Oil” (VCO) Sistem Dingin

Praktik VCO Bersama Lydia Nursanti, Instruktur Tristar Institute

Pengelola Café & Resto dari Magelang Belajar Teknik Membuat ”Virgin Coconut Oil” (VCO) Sistem Dingin

UNTUK kali kesekian, Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute Surabaya dipercaya untuk mengajarkan cara membuat Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni atau dikenal dengan sebutan minyak perawan atau disebut juga minyak dara kepada Jonatan Budiono dan mamanya, peserta kursus private VCO dari Magelang, Jateng, Selasa (04/10/2016) siang.

Pelatihan membuat VCO itu dihelat di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya, dengan instruktur Lydia Nursanti AMD.Par dengan dibantu asisten Ir Indah Fitriana dan seorang cook helper.

VCO ini merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa (Cocos mucifera L.) tua segar yang diolah pada suhu rendah (-60 *C) tanpa proses pemutihan dan hidrogenasi. Proses tersebut membuat minyak kelapa ini dengan sebutan minyak perawan atau minyak dara (Virgin Coconut Oil).

VCO merupakan minyak kelapa murni yang tahan terhadap panas, cahaya, oksigen dan proses degradasi karena struktur kimianya tidak mengandung ikatan ganda.Karakteristik lain dari VOC adalah minyak ini memiliki warna jernih, beraroma lembut dan rasanya gurih.

Selain itu, VCO juga mengandung assam-asam lemak jenuh tinggi sehingga menjadikannya tidak mudah tengik saat disimpan lama. Asam-asam lemak jenuh tersebut di antaranya adalah medium chain fatty acid (MCFA) atau medium chain trygleserida (MCT), yang sangat diperlukan tubuh.

VCO tidak mengandung kolesterol yang teroksidasi dan tidak pula mengandung ikatan trans yang merupakan racun bagi metabolisme tubuh, menyebabkan diabetes, menghambat produksi insulin dan kanker. VCO juga mengandung zat antioksidan sehingga menurunkan kebutuhan akan vitamin E.

Mengonsumsi VCO secara teratur dapat mengaktifkan hormon-hormon anti penuaan (anti aging), progesteron atau DHEA serta mencegah serangan jantung, pikun, kegemukan (obesitas), kanker dan penyakit degeneratif lainnya yang berhubungan dengan penuaan dini.

VCO yang beredar di pasaran kebanyakan adalah produk impor dengan berbagai merek dagang. VCO dalam kemasan botol dengan ukuran bervariasi relatif mahal harganya dibandingkan dengan harga minyak goreng. Satu botol VCO impor produksi Portugal dengan ukuran 750 ml dibandrol Rp 500 ribu lebih.

Buah kelapa yang direkomendasi untuk pembuatan VCO cirinya sebagai berikut: (1). Kelapa berumur 11-13 bulan, tidak boleh terlalu muda atau terlalu tua, (2). Kulit sabut kelapa sudah berwarna coklat, (3). Jika dikoclak, bunyinya terdengar nyaring menandakan  jumlah air di dalam tempurung kelapa telah berkurang, (4). Jika dibelah, daging buahnya berwarna putih dengan ketebalan 10-15 mm.

Proses pembuatan VCO ada beberapa cara. Salah satunya yang dipraktikkan dalam pelatihan di laboratorium Tristar Institute adalah Pengendapan Sistem Dingin, di mana daging buah kelapa yang telah diparut diberi air plus anti oksidan. Kemudian diperas dan disaring sehingga menghasilkan santan.

”Santan ditampung dalam wadah transparan (plastik),  kemudian didiamkan selama beberapa beberapa jam sehingga terbentuk dua lapisan, yaitu krim santan dan air. Selanjutnya krim santan didiamkan lagi sehingga terbentuk tiga lapisan. Ketiga lapisan tersebut –minyak, blondo dan air-- merupakan komposisi di dalam santan yang terpisah karena perbedaan berat jenis. Lapisan paling atas yang berupa minyak merupakan Virgin Coconut Oil (VCO),” terang Santi, sapaan akrab Lydia Nursanti, instruktur dari Tristar Institute, kemarin.

Kepada peserta pelatihan VCO, Jonatan Budiono (pengelola café & resto di Magelang), Santi menjelaskan cara membuat VCO sistem dingin, bahan yang dibutuhkan adalah: kelapa parut 4 kg, air 5 liter dan air panas 1 liter, bahan antioksidan atau  butylanted hydroxytoluene (BHT) berbentuk kristal seperti gula pasir.

Cara membuat VCO sistem dingin:
(1). Kelapa parut ditambahkan air dan air panas kemudian diremas beberapa kali sehingga terbentuk santan.
(2). Untuk hasil maksimal bisa menggunakan alat pres santan lalu saring.
(3). Masukkan santan ke dalam wadah transparan (plastik) lalu tunggu selama kurang lebih dua jam hingga terbentuk dua lapisan yaitu krim santan dan air.
(4). Pisahkan krim santan dari air lalu kocok dengan mixer selama 45 menit.
(5). Masukkan krim santan yang telah dikocok ke dalam wadah transparan lalu tunggu selama delapan jam sehingga membentuk tiga lapisan yakni minyak, blondo dan air.
(6). Ambil minyak yang terdapat pada lapisan atas kemudian saring dengan kapas atau kertas saring, hasil akhir dari penyaringan adalah VCO.

Menjawab pertanyaan www.culinarynews.info, Jonatan mengatakan, niatnya belajar sekaligus praktik langsung membuat VCO di laboratorium Tristar Institute karena  mendapat tantangan dari klien di luar negeri untuk menyuplai produk olahan buah kelapa (VCO) itu secara rutin ke Amerika Serikat. Nah, sebelum menindaklanjuti tantangan itu, dirinya harus belajar dulu kepada ahlinya demi menambah pengetahuan tentang berbagai kelebihan VCO bagi kesehatan tubuh.

Menurut Sarjana Akuntansi dari UK Petra Surabaya tersebut, di wilayah pesisir Jateng dan sekitarnya, pohon kelapa banyak ditanam petani dan masyarakat sehingga pihaknya tidak kesulitan mencari buah kelapa untuk bahan baku pembuatan VCO. Di pasaran, buah kelapa bisa dicari setiap waktu tanpa harus menunggu masa panen raya pada bulan-bulan tertentu.

”Selain VCO banyak khasiatnya bagi kesehatan, minyak kelapa murni ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga wajar jika kami tertarik untuk mengusahakannya secara komersial. Saat ini saya belajar dulu bersama ahlinya,” kata Jonatan di dampingi mamanya, disela-sela pelatihan VCO di Laboratorium Praktik Tristar Institute, Selasa (04/10/2016) siang.

Anda tertarik belajar membuat VCO untuk home industry (usaha skala rumahan), silakan menghubungi Tim Marketing Divisi Teknologi Pangan dan Non-Food Tristar Institute cq Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, 085733691648, 082330853725, PIN BB 28CCC1E0, sekarang juga.

Pemkab Teluk Bintuni Minati Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute

Kepala BPM Ditugaskan untuk Belajar Private Sambal Kemasan

Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pemkab Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat

HASIL  kreasi cerdas dua peneliti dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute, Lydia Nursanti AMd.Par dan Ir Indah Fitriana, giliran diapreasi oleh Pemkab Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Sebelumnya pengusaha dari Jakarta juga belajar secara private membuat aneka sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya.

Bupati Teluk Bintuni menugaskan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemkab Teluk Bintuni, Lince Idorway, untuk mengikuti kursus private membuat aneka sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute pada Kamis (29/09/2016).

Peserta pelatihan itu diajarkan Lydia Nursanti dan Indah Fitriana, teknik membuat beberapa resep sambal tradisional dalam kemasan yakni Sambal Bawang, Sambal Bajak Teri, Sambal Ijo, Sambal Taliwang (dari Kaltim) dan Sambal Balacan (dari Maluku dan Papua).

Di pasaran, permintaan masyarakat terhadap sambal kemasan belakangan ini trennya semakin meningkat. Pasalnya, sambal kemasan itu selain bisa tahan lama dalam penyimpanan (3-6 bulan), juga memudahkan dalam penyajiannya bersama makanan utama.

Di swalayan hingga pasar tradisional, sambal kemasan itu sudah dikemas rapi dalam wadah plastik transparan. Dengan demikian sambal kemasan itu memudahkan pecinta sambal membawanya kemanapun karena sangat praktis dibawa kemana-mana.

Bagi Lince Idorway, kedatangannya ke Surabaya untuk kursus private di Laboratorium Praktik Tristar Institute ini adalah kali ketujuh. Sebelumnya Bu Lince, sapaan akrab Lince Idorway ini bersama stafnya, telah mengikuti kursus private membuat kue donat, kue spikoe, roti unyil, aneka sari buah (dari buah nanas, jagung dan jambu biji), kecap dan nata de coco.

Nah, karena jabatannya di Pemkab Teluk Bintuni sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), maka suka tidak suka, mau tak mau, harus mengemban amanah untuk memberdayakan masyarakat setempat khususnya di warga lokal Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat, yang relatif tertinggal dari saudara-saudaranya di Pulau Jawa.

Dalam tugas kesehariannya Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) rutin menggelar pelatihan teknologi tepat guna yang diikuti warga lokal dari Pemkab Teluk Bintuni. Melalui pelatihan intensif  tersebut,  Pemkab Teluk Bintuni ingin mengubah mind set (pola pikir) warga setempat bagaimana mereka bisa berubah dengan mengikuti perkembangan kekinian.

”Nah melalui program pelatihan teknologi tepat guna yang berkesinambungan, saya harapkan ketrampilan peserta semakin meningkat. Demikian pula mind set-nya bisa berubah secara bertahap demi meningkatkan sosial ekonominya, tanpa harus meninggalkan kearifan lokal di daerah asalnya,” tutur Lince Idorway, yang mengaku rumahnya juga menjadi jujukan warga mengikuti pelatihan membuat aneka olahan hasil pertanian dengan mengaplikasikan teknologi tepat guna.

Intensitas kegiatan pelatihan terkait dengan upaya pemberdayaan masyarakat belakangan  juga semakin meningkat, seiring dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), seperti disyaratkan UU tentang Pemerintahan Desa. Oleh karena itu, sambil menyelam minum air, pihaknya juga melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat (BBPM) Kemendagri di Malang.

Tujuan dari kunjungan kerja Kepala BPM di Malang itu karena Pemkab Teluk Bintuni ingin mendatangkan dua instruktur dari Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat berbagi ilmu dan pengalaman dalam kegiatan pelatihan yang akan diikuti pengurus desa dan warganya terkait dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di desanya masing-masing.

Karena itulah, setelah dirinya belajar private membuat aneka sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute, maka pengalaman berharga ini bisa langsung di-share dengan peserta pelatihan aneka olahan hasil pertanian yang akan dihelat BPM Kabupaten Teluk Bintuni di Kota Bintuni dalam waktu dekat.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta Kursus Wirausaha Membuat Aneka Sambal Kemasan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Peneliti Tristar Institute Sukses Kembangkan Bumbu Kikil, Kare dan Rawon Bubuk Instan

Menangkap Besarnya Peluang Bisnis Bumbu Instan


Trio Peneliti Tristar Institute Berhasil Kembangkan Bumbu Kikil, Kari dan Rawon Bubuk Siap Saji



BELAKANGAN ini perkembangan dunia kuliner membuka peluang usaha yang lain, seperti pembuatan bumbu instan. Permintaan yang terus meningkat, memungkinkan pemain baru mencicipi gurihnya bisnis bumbu siap saji. Proses memasak yang cepat juga harus dilakukan pengusaha kuliner atau pemilik restoran untuk memuaskan pelayanan pelanggannya.


Maklum, memasak dalam jumlah besar biasanya membutuhkan waktu relatif lama. Padahal, jam makan pengunjung restoran sangat terbatas. Ditambah lagi untuk menghemat waktu dan tenaga, ibu-ibu rumah tangga dan juru masak lebih mengandalkan bumbu siap saji (bumbu instan). Apalagi, hasil masakan dari bumbu-bumbu ini tak kalah sedap dibanding bila diracik sendiri.


Bumbu kering (berbentuk bubuk) yang berasal dari rempah bisa dibuat sendiri di rumah dan cara membuatnya juga relatif mudah. Nah, daripada membeli di pasaran, bumbu kering dari rempah sebaiknya dibuat sendiri karena kualitas dan kebersihannya lebih terjaga.


Berangkat dari pemikiran itu, maka trio peneliti dari Tristar Institute, Lydia Nursanti AMd.Par, Ir Indah Fitriana dan chef Haris Suseno, pada pekan terakhir bulan September 2016, sukses mempersembahkan bumbu kikil, kari dan rawon dalam bentuk bubuk siap saji, setelah melalui serangkaian percobaan di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya.


Rempah seperti kayu manis, pala bubuk, cengkih, ketumbar ataupun lada bisa dengan mudah dibuat bumbu instan. Kebanyakan rempah memiliki sifat kering sehingga bisa dengan mudah dibuat bumbu kering siap saji, karena cukup dihaluskan saja menggunakan blender atau bisa juga pakai food processor.


Meskipun terlihat hanya dihaluskan, tapi ada teknik khusus yang harus dilakukan agar aroma dan rasa rempah lebih keluar. Supaya aromanya keluar maksimal, sangrai dulu rempah yang akan dihaluskan.


Cara yang benar untuk membuat bumbu bubuk sendiri, yakni dengan menyangrai bumbu hingga harum dan aroma rempahnya keluar, lalu tunggu hingga bumbu benar-benar dingin.Langkah selanjutnya yakni menghaluskan bumbu menggunakan bantuan blender. Proses hingga halus, jika perlu lakukan penyaringan agar bubuk yang didapatkan lebih halus. Jika sudah menjadi bubuk, sebaiknya simpan di dalam wadah kedap udara dan letakkan di tempat yang kering.


Berikut proses pembuatannya:
Cara membuat Bumbu Dasar:
1. Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
2. Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang. Masukkan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan.
3. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan.
4. Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas selama tiga bulan. Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukkan bumbu tambahan lain seperti daun salam, daun pandan, atau daun jeruk.


Bumbu Dasar Merah
Bahan:
Cabai merah (buang bijinya), bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, gula pasir, garam, minyak goreng (saat mem-blender), dan minyak goreng saat menumis. Bumbu ini cocok untuk memasak nasi goreng, sambal goreng (ditambah lengkuas, salam, dan santan), dan lain-lain.


Bumbu Dasar Putih
Bahan:
Bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas dirajang halus, garam, gula pasir, minyak goreng (untuk mem-blender), minyak goreng untuk menumis. Bumbu ini cocok untuk makanan berwarna, misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan, mie goreng, dan oseng-oseng.


Bumbu Dasar Kuning
Bahan:
Kemiri, bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe,  lengkuas, lada bubuk, garam, gula pasir, minyak untuk mem-blender, minyak untuk menumis. Bumbu ini misalnya untuk macam-macam soto, pesmol, acar, terik daging, sampai bumbu ayam goreng dan mie goreng.


Bumbu Dasar Oranye
Bahan
Cabai merah buang biji, jinten, adas manis bubuk, ketumbar bubuk, kemiri, gr bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, lengkuas, lada bubuk, garam, gula pasir, minyak goreng untuk mem-blender, dan minyak untuk menumis. Bumbu ini untuk kari, gulai, rendang, dan macam-macam masakan yang berwarna oranye.


Sukses trio peneliti dari Tristar Institute mengembangkan bumbu instan siap saji ini melengkapi keberhasilan sebelumnya, di mana dua peneliti mudanya, Lydia Nursanti dan Indah Fitiana berhasil mempersembahkan kaldu ayam dan kaldu daging sapi bubuk yang tidak kalah dari produk pabrikan seperti Knoor, Royco atau Masako.


Bumbu siap saji persembahan trio peneliti Tristar Institute ini juga diapresiasi oleh Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso MM. Salah satu tiga bumbu instan itu, yakni bumbu rawon langsung diaplikasikan dengan membuat masakan rawon di Dapur Uji Tristar Institute Surabaya. Hasilnya memang luar biasa. Wow…, citarasa masakan rawonnya benar-benar sedap, nikmat dan bikin lidah bergoyang!


Anda tertarik dengan inovasi cerdas ini, silakan merapat saja ke Tristar Institute  Jl Raya Jemursari 234 atau datang Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, untuk mengikuti pelatihan membuat bumbu siap saji hasil kreasi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute.

Kaldu Ayam dan Kaldu Daging Sapi Bubuk Persembahan Santi dan Indah, Peneliti Muda dari Tristar Institute

Satu Lagi Kreasi Terbaru Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute

Kaldu Ayam dan Kaldu Daging Sapi Bubuk Persembahan Santi dan Indah, Peneliti Muda dari Tristar Institute

DUA PENELITI dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute Lydia Nursanti AMd..Par dan Indah Fitriana ST kembali mempersembahkan hasil penelitiannya berupa kaldu ayam bubuk dan kaldu daging sapi bubuk.


Melalui serangkaian riset intensif, Santi, sapaan akrab Lydia Nursanti dan Indah Fitriana berhasil membuat kaldu ayam bubuk dan kaldu daging sapi bubuk yang lezat dan nikmat.


Percobaan pembuatan kaldu ayam bubuk dan kaldu daging sapi bubuk itu  dilakukan kedua peneliti muda tersebut di Laboratorium Praktik Tristar Insttiute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya pada pertengahan September 2016.
Kaldu ayam (kaldu daging sapi) bubuk yang dikembangkan peneliti dari Tristar Institute ini diharapkan bisa menjadi substitusi produk sejenis yang ada di pasaran, seperti Knoor, Royco atau Masako. Dengan membuat sendiri kaldu bubuk, maka ibu-ibu  bisa menghemat uang belanja sekaligus menyalurkan hobi masak memasaknya di rumah.


Kepada kru www.culinarynews.info, Lydia Nursanti mengatakan, kelebihan daripada kaldu bubuk selain praktis karena bisa disimpan untuk jangka waktu yang relatif lama, juga mudah dibawa ke mana-mana sesuai kebutuhan.
Penelitian yang dilakukan Tristar Institute kali ini, juga merespons permintaan kastemer yang berminat ikut pelatihan membuat kaldu bubuk dan keinginan kastemer lain yang pesan kaldu bubuk ke  Tristar Institute untuk dikirim ke luar Jawa.
Membuat kaldu ayam (kaldu daging sapi) bubuk sendiri kadang-kadang merepotkan karena biasanya memerlukan waktu yang cukup lama. Tulang dan daging ayam (tulang dan daging sapi) + sayur-sayuran dan bumbu, direbus sampai beberapa jam hingga semua sarinya keluar dan menjadi kaldu yang gurih dan enak.
Solusi ibu-ibu yang mau praktis dan cepat adalah membeli kaldu instan yang tinggal dipakai untuk memasak. Memang mudah sekali, tinggal masukkan saja ke dalam masakan. Kaldu bubuk cukup ditambahkan ke dalam sup seperti sup ayam, soto ayam dan berbagai jenis makanan yang memerlukan kaldu.


Tapi pada umumnya kaldu ayam (kaldu daging sapi) bubuk yang tersedia di pasaran, mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan seperti monosodium glutamate (MSG) atau penyedap rasa dan pewarna makanan (umumnya pewarna kuning).

”Nah untuk amannya, sebaiknya Anda membuat sendiri kaldu ayam (kaldu daging sapi) bubuk. Untuk membikinnya tidak susah tetapi harus sedikit telaten, yang penting hasilnya ciamik, sekaligus juga sehat dan aman,” kata Santi, di Laboratorium Praktik Tristar Institute, Selasa (20/09/2016).

Bahan yang diperlukan:
1.    Ayam Filled (Daging Sapi)
2.    Bawang Bombay
3.    Bawang Putih
4.    Wortel
5.    Seledri
6.    Bawang Prei
7.    Garam
8.    Vetsin
9.    Merica
10. Gula

Cara membuatnya:
Semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam food processor. Dihaluskan sampai halus. Kemudian dipanaskan (disangrai) di atas wajan anti lengket sampai kering,  Selanjutnya untuk mengeringkan lebih lanjut digunakan oven (dehidrator)  dengan api kecil pada suhu 30 *C.


Lalu ratakan adonan ayam (daging sapi) di atas loyang dan panggang hingga kering dengan api yang sangat kecil. Aduk-aduk dan bolak balik hingga kering. Angkat dan dinginkan bila sudah kering.


Langkah berikutnya gunakan blender untuk menghaluskan kaldu ayam (kaldu daging sapi) tersebut, lalu diayak (penepungan) dan simpan di dalam toples yang kedap udara. Kaldu ayam  (daging sapi) bubuk ini karena tanpa bahan pengawet tidak dapat disimpan lama, tergantung seberapa kering dalam proses pembuatannya. Biasanya bisa bertahan sampai satu bulan. Untuk membuatnya lebih tahan lama, simpan kaldu bubuk ini di dalam lemari es.


”Riset membuat kaldu ayam dan kaldu daging sapi bubuk  itu kami lakukan pada pertengahan September ini,” kata Santi sapaan akrab Lydia Nursanti dan Indah Fitriana kepada kru www.culinarynews.info di Laboratorium Praktik Tristar Institute, Selasa (20/09/2016) siang.

Anda tertarik dengan inovasi cerdas ini, silakan merapat saja ke Tristar Institute  Jl Raya Jemursari 234 atau datang Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, untuk mengikuti pelatihan membuat kaldu bubuk hasil kreasi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute.

Dua Peneliti Tristar Institute Sukses Kembangkan Bibit Nata de Coco tanpa Pupuk Urea (ZA)

Kreasi Terbaru Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute



Santi dan Indah, Dua Peneliti Tristar Institute Sukses Kembangkan Bibit Nata de Coco tanpa Pupuk Urea (ZA)

SAMPAI saat ini  pembuatan nata de coco oleh industri skala rumahan sampai skala menengah dan besar masih banyak yang menggunakan pupuk Urea (ZA). Tak pelak lagi jika hal ini kemudian diprotes petani karena pupuk Urea (ZA) bersubsidi untuk pemupukan padi dan tanaman pangan lainnya  tiba-tiba menghilang di pasaran, lantaran pupuk bersubsidi itu sebagian diserap oleh pelaku industri.


Repotnya, pelaku industri pembuatan nata de coco yang memanfaatkan pupuk Urea (ZA) harus berurusan dengan polisi karena menggunakan pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi hak petani, digunakan untuk mendukung kegiatan industri mereka. Pemanfaatan pupuk Urea (ZA) dalam industri pembuatan nata de coco tersebut berfungsi sebagai suplemen.


Nah, berangkat dari fenomena tersebut, dua orang peneliti dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute, Lydia Nursanti, AMd.Par dan Indah Fitriana ST, mencari terobosan cerdas dengan mengembangkan teknik pembuatan nata de coco tanpa menggunakan pupuk Urea (ZA).


Percobaan pembuatan nata de coco tanpa pupuk Urea (ZA) itu  dilakukan kedua peneliti muda tersebut di Laboratorium Praktik Tristar Insttiute Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya pada awal September 2016 lalu.


Sebagai pengganti pupuk Urea (ZA), Lydia Nursanti dan Indah Fitriana memanfaatkan  susu kedelai dan kecambah  Baik susu kedelai maupun kecambah di-blender (mixer) kemudian diambil sarinya --dalam bentuk cairan-- untuk dijadikan bibit nata de coco. Bakteri dalam bibit nata de coco itu adalah lactobacter atau acetobacter xylinium.


Mengingat bakteri dalam bibit nata de coco yang berbentuk cairan tersebut sangat peka terhadap guncangan maka penanganannya harus benar dan ekstra hati-hati kalau tidak ingin bibit nata de coco itu rusak dan bakterinya mati. 


Dengan keberhasilan ini, Tristar Institute  sukses mengembangkan bibit nata de coco untuk usaha skala rumahan dalam bentuk cairan tanpa menggunakan pupuk Urea (ZA), melengkapi sukses Tristar Instriute yang sebelumnya juga berhasil mengembangkan bibit nata de coco dari media agar-agar (PDA) dalam bentuk jelly.
”Riset membuat bibit nata de coco dalam bentuk jelly  itu kami lakukan pada Maret 2015 silam,” kata Santi sapaan akrab Lydia Nursanti dan Indah Fitriana kepada kru www.culinarynews.info di Laboratorium Praktik Tristar Institute, Sabtu (17/09/2016) siang.


Sementara itu pada riset membuat bibit nata de coco dalam bentuk jelly, ketika itu, karena bibit nata de coco yang selama ini dibeli orang untuk usaha skala rumahan dalam bentuk cairan. Untuk pengiriman bibit nata de coco jarak jauh sangat riskan karena mudah rusak dan bakterinya mati mengingat bakteri dalam bibit nata de coco, yakni acetobacter xylinum atau lactobacter yang berbentuk cairan tersebut sangat peka terhadap guncangan.


Untuk pengirimannya agar aman tentu butuh penanganan khusus. Tujuannya agar bibit nata de coco dalam bentuk cair yang dimasukkan botol itu tidak rusak setelah sampai di tujuan. ”Terobosan itu ternyata sukses kami kembangkan setelah melalui serangkaian penelitian intensif di laboratorium Tristar Institute,” terangnya.


Masih menurut Santi, bahan yang disiapkan untuk membuat bibit nata de coco dari media agar-agar (PDA) adalah agar-agar, kentang, dextrose. Proses untuk membuat bibit nata de coco dari PDA sekitar tiga hari.


Kini pihaknya mendapat pesanan dari pembeli dari Jakarta dan kota-kota lain di luar Jawa. Untuk tahap awal, pemesan hanya mengambil dua tabung reaksi dengan mengganti biaya produksi Rp 400 ribuan. Untuk pengiriman bibit nata de coco dari media agar-agar (PDA) ke Jakarta, misalnya, ongkos kirimnya ditanggung oleh pihak pembeli.


Anda tertarik dengan inovasi cerdas ini, silakan merapat saja ke Tristar Institute  Jl Raya Jemursari 234 atau datang Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, untuk memesan bibit nata de coco hasil kreasi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute.

Kampus Tristar Institute, ada di:
Tangerang || Jl. Pahlawan Seribu – Raya Serpong Ruko BSD Sektor 7 Blok RL 31-33
Telp. 021-5380668, 0813 3656 3094, 081232539310, 081217929008,  PIN. D34223AE
Bogor || Jl. Bina Marga No. 19
Telp : 0251-8574434, 081217929008, 082231372022, Pin BB : 53B4EFD8, 2A6A1F4E
Surabaya || Jl. Raya Jemursari 244
Telp. 031-8433224, 0813 5786 6283, PIN. 2B517ECB
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang 157B
Telp. 031-8480821-22, 0812 1618 1016, PIN. 25D164CF
Surabaya || Jl. Raya Kaliwaron 58 -60
Telp. 031-5999593, 0822 3005 9993
Kota Batu || Jl. Bukit Berbunga No. 10
Telp. 0341-3061525, 0812 3253 9310, PIN. D34223AE

Pengusaha Cake & Bakery dari Timor Leste Datangkan Alat Pemotong Roti Tawar dari Tristar Machinery

Tristar Machinery Sediakan Aneka Peralatan Masak Berkualitas

Pengusaha Cake & Bakery dari Timor Leste Datangkan Alat Pemotong Roti Tawar dari Tristar Machinery


PENGUSAHA Cake & Bakery dari Timor Leste, Carminda, mendatangkan alat pemotong roti tawar (bread slicer) dari Tristar Machinery Surabaya. Pasalnya, roti tawar yang sudah dipotong jadi 10-12 blade, penampilannya lebih cantik daripada dikemas utuh dalam wadah plastik transparan.

Bisnis cake & bakery di Dili, ibukota Timor Leste, belakangan tumbuh kembang, menyusul kian membaiknya perekonomian negara yang baru merdeka dan kini sudah menjadi anggota ASEAN tersebut. 

Pendapatan per kapita penduduk Timor Leste, terutama di kota-kota besar trennya semakin meningkat sehingga roda perekonomian juga berputar lebih kencang. Ini juga mengimbas pada pelaku usaha cake & bakery di negeri itu yang permintaannya semakin bertambah.

Menurut Sofyan dari Tristar Machinery, alat pemotong roti tawar (bread slicer) yang harga ritelnya dibandrol Rp 11,625 jutaan per unit tersebut, dikirim ke Timor Leste melalui jasa ekspedisi yang menjadi langganan Carminda.

”Jadi kami dari Tristar Institute hanya mengepak kemudian mengirim bread slicer ini ke perusahaan jasa ekspedisi langganannya yang konon tarifnya lebih hemat,”  kata Sofyan dan Dessy, anggota tim Marketing CV Tristar Machinery kepada www.culinarynews.info, Sabtu (03/09/2016).

Sebelum alat pemotong roti tawar (bread slicer) ini di-packing dan dikapalkan ke Timor Leste, alat tersebut dicek dulu semua kelengkapannya bahkan dicoba lebih dulu agar sesampai di alamat tujuan, konsumen bisa langsung memanfaatkan mesin buatan China itu untuk mendukung bisnis mereka.

Sesuai spesifikasi teknisnya, bread slicer ini bisa memotong roti tawar menjadi 31 blade per piece, untuk sekali pemotongan. Dengan demikian, alat pemotong roti tawar (bread slicer) ini sangat membantu pekerja kala memotong roti tawar utuh menjadi bentuk irisan tipis yang cantik penampilannya.

Selain Carminda dari Timor Leste, pelanggan CV Tristar Machinery dari Papua, Lenny, seorang pengusaha cake & bakery asal Surabaya yang kini hijrah ke Jayapura (ibukota Provinsi Papua) juga memesan mesin oven gas (satu deck, dua loyang) seharga Rp 10,5 jutaan, belum termasuk diskon 10 persen. 

Sesuai rencana, barang-barang pesanan pengusaha cake & bakery dari Timor Leste dan Papua ini dikirim ke alamat pembeli melalui jasa ekspedisi, pekan ini. Jika semua dokumen pengapalan sudah beres, pengiriman ke papua bisa memakan waktu 1-2 mingguan. Sedangkan pengiriman barang ke Timor Leste dari Surabaya --dengan dilengkapi dokumen ekspor impor-- paling cepat dua mingguan, barang sudah sampai ke alamat pembeli.  

”Hanya saja tarif jasa ekspedisi dari Surabaya ke Timor Leste relatif lebih mahal (bisa mencapai Rp 5 jutaan) dibanding biaya pengapalan antarpulau ke Jayapura, ibukota Provinsi Papua,” terang Sofyan, disela-sela kesibukannya mengecek  kelengkapan alat pemotong roti tawar (bread slicer) tersebut.

Sekadar informasi, CV Tristar Machinery selain menyediakan alat pemotong roti tawar (bread slicer), juga berdagang aneka peralatan memasak lainnya seperti gas fryer, freezer, mesin presto ikan bandeng, oven, alat penapis minyak.

Aneka mesin dan peralatan masak yang ditawarkan Tristar Machinery kebanyakan adalah produksi China dan buatan Indonesia, sedangkan sisanya diimpor dari Jepang, Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dominasi produk China yang ditawarkan kepada pelanggan itu karena harganya sangat terjangkau, tetapi jika dibandingkan dengan produk buatan Jepang, terus terang kualitas produk Jepang berada jauh di atasnya. Hanya bedanya, harga peralatan masak buatan Jepang bisa terpaut sampai dua kali lipatnya dibanding harga produk sejenis dari China.

Sampai Triwulan III tahun 2016 ini, permintaan berbagai jenis peralatan masak yang di-handle Tristar Machinery terus mengalir mulai mesin pencetak bakso, alat es puter manual, sausage stuffer (mesin filling sosis manual), mesin presto industri, freezer (mesin pendingin). food processor, blender, mixer, mini vacuum sealer, spiner, alat penapis minyak, cup sealer, hand sealer hingga continuous sealer.

Setiap hari sedikitnya 10 calon konsumen yang datang langsung ke mari untuk mencari peralatan masak. Sedangkan calon konsumen lainnya terutama dari luar kota dan luar Jawa juga banyak yang menghubungi lewat telpon setelah mereka browsing internet. Selain tanya-tanya spesifikasi barang dan harganya, mereka juga menanyakan bagaimana pengiriman barang itu kalau pemesannya dari luar pulau.

Selain menanyakan spesifikasi barang dan harga, konsumen juga menanyakan layanan purna jual (after sales service) dan garansi pembelian. Menurut pihak Tristar Machinery, setiap produk yang dibeli ada garansi servis (sekitar 1 tahunan). Pembeli mesin presto industri juga mendapat spare part berupa satu buah seal karet untuk dipakai cadangan.

Harga barang yang di-display di outlet Tristar Machinery hampir semuanya ada fasilitas diskonnya, maksimum 10 persen. Selain itu, untuk menarik pembeli, Tristar Machinery juga melayani jasa antar gratis di wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk pembelian dengan nilai tertentu. 

”Sedangkan untuk pengiriman barang ke luar kota atau luar pulau, Banjarbaru (Kalsel), misalnya, pembeli dikenakan biaya ekspedisi yang besar kecilnya disesuaikan dengan jauh dekat alamat pelanggan dan ukuran (berat) barang yang akan dikirim,” tandas Sofyan, di sela kesibukannya menyiapkan palet untuk mengapalkan alat pemotong roti tawar minyak pesanan Carminda dari Timor Leste.

Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 dan 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga.

Chef Haris Suseno Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pengusaha Jakarta

Tristar Institute Kembangkan Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan  

Chef Haris Suseno: ”Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pengusaha Jakarta” 


KERUPUK adalah makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sampai matang, kemudian dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.

Makanan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai lauk hidangan serta sebagai jenis lomba makan utama pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Kerupuk tidak selalu berbahan dasar tepung tapioka, tetapi lebih kepada tiga proses persiapan. Pembuatan, pengeringan, dan pemasakan (bisa digoreng dengan minyak pasir, atau dibakar).

Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, tahu tek-tek, rujak petis.

Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan dan vetsin.

Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.

Kerupuk kulit atau kerupuk ikan yang sulit mengembang perlu digoreng sebanyak dua kali. Kerupuk perlu digoreng lebih dulu dengan minyak goreng bersuhu rendah sebelum dipindahkan ke dalam wajan berisi minyak goreng panas. Kerupuk kulit  adalah kerupuk yang tidak dibuat adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi atau kerbau yang dikeringkan.

Demikian populernya kerupuk, maka tak salah apabila owner Tristar Group, Ir Juwono Saroso MM memberi tantangan kepada personel dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute untuk membuat kerupuk sehat yang berbeda dari yang sudah pernah dibuat sebelumnya.

Tantangan itu langsung direspons oleh chef Haris Suseno bersama anggota timnya. Chef Haris Seseno bersama timnya melakukan uji coba membuat kerupuk sehat di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 H lalu.

”Alhamdulillah setelah melalui serangkaian uji coba di dapur uji, kerupuk sehat itu saya presentasikan di hadapan owner Tristar Group,  ternyata hasil kreasi dari anggota tim Teknologi Pangan Tristar Institute diapresiasi oleh owner Tristar Group. Bahkan kerupuk sehat hasil kreasi anak-anak Tristar Institute itu layak ditawarkan kepada masyarakat,” kata chef Haris, sapaan akrabnya, kepada kru www.culinarynews.info, Selasa (30/08/2016) siang.

Kerupuk sehat yang dikembangkan tim Teknologi Pangan Tristar Institute itu  ada dua, yakni: (1). Kerupuk protein (bahan bakunya ikan kakap), sedangkan (2). Kerupuk non protein (bahan bakunya bayam, bit, tahu dan wortel).

Pucuk dicita ulam pun tiba. Setelah menunggu beberapa pekan pasca lebaran lalu, materi pelatihan kerupuk sehat akhirnya direspons kastemer, ternyata yang berminat itu Hartono Suryaly bersama istrinya.

Hartono yang tinggal di perumahan Green Lake City America Kav. EC 2 No. 1 Jakarta itu juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Suami istri itu mengikuti kursus private kerupuk sehat dan sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute pada Senin dan Selasa (29-30/08/2016).

Untuk kursus membuat kerupuk sehat, lanjut chef Haris, peserta kursus private itu diajarkan membuat lima resep kerupuk sehat berdasarkan bahan bakunya, yakni ikan kakap, bayam, bit, tahu dan wortel.

”Sementara itu pelatihan membuat sambal kemasan diasuh oleh Bu Santi. Peserta diajarkan teknik membuat beberapa resep sambal tradisional dalam kemasan seperti sambal teri, sambal terasi, sambal bawang, sambal dabu-dabu,” terang chef Haris, yang saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang.

Sambal kemasan selain bisa tahan lama dalam penyimpanan (3-6 bulan), juga memudahkan dalam penyajiannya bersama makanan utama karena sambal itu sudah dimasukkan dalam wadah plastik transparan sebagai kemasannya. Sambal kemasan juga memudahkan pecinta sambal membawanya kemanapun karena sangat praktis.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta Kursus Wirausaha Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Chef Masario Berbagi Ilmu Cara Bikin Mie Hot Plate Lada Hitam, Ayam Kungpao, Ayam Jamur dan Tom Yum

Pelatihan Mie Hot Plate di Dapur Uji Kursusan Tristar  

Chef Masario Berbagi Ilmu Cara Bikin Mie Hot Plate Lada Hitam, Ayam Kungpao, Ayam Jamur dan Tom Yum

MEMASUKI pekan terakhir bulan Agustus 2016, Lembaga Kursusan Tristar ketempatan untuk melayani peserta pelatihan membuat mie hot plate -- lada hitam, ayam kungpao, ayam jamur dan tom yum-- pada Rabu (24/08/2016).

Instruktur pelatihan mie hot plate dari Akpar Majapahit, chef  Masario Wahyu Saputro, SKG, AMd.Par., kemarin, berbagi ilmu dengan lima orang peserta pelatihan, yakni Sakhi Herwiana (Jombang), Moh. Ilham (Cerme, Gresik), Baddrudin (Kudus), Siti Nurhayati dan Victor Adwin (keduanya dari Surabaya), di Dapur Uji Kursusan Tristar Jl Prapen Indah J-5 Surabaya.

Dalam pelatihan itu, chef Ario, sapaan karib Masario Wahyu Saputro, mengawali pelatihan mie hot plate kepada peserta kursusan dengan menjelaskan tentang bahan yang digunakan mulai bahan masakan, bahan saus, bahan isi hingga cara membuatnya.

Pengetahuan bahan memasak mie hot plate ini penting bagi Anda yang memang tertarik untuk merintis usaha  resto & café di rumah maupun pusat perbelanjaan atau mall.

Menurut chef Ario, membuat mie hot plate tom yum yang citarasanya  seperti aslinya, Anda bisa membeli tom yum pasta yang diimpor dari Thailand, fish gravy, chicken powder dan maizena. Keempat bahan  ini bisa Anda dapatkan di Toko 9 (toko bahan masak memasak dan bahan kue yang masih satu grup dengan Tristar Institute).

Sementara itu untuk bumbu pendukung lainnya, seperti bawang putih, bawang merah, jahe, sereh, cabe rawit, daun jeruk, akar daun ketumbar, laos, jeruk nipis bisa dicari di pasar-pasar tradisional maupun swalayan.

Begitu juga untuk membuat mie hot plate lada hitam, selain pemilihan daging sapinya, Anda harus memerhatikan soal penyediaan bahan yang lain seperti paprika, bawang bombay, tomato ketchup, raja rasa, vetcin, knorr, dark soy sauce, dan maizena untuk membuat saus lada hitam yang lezat dengan daging sapinya yang empuk.

Demikian juga saat mempraktikkan cara membuat mie hot plate ayam kungpao dan mie hot plate ayam jamur, chef Ario me-wanti-wanti peserta pelatihan untuk cermat dalam memilih bahan hingga proses membuatnya.

”Silabus cara membuat mie hot plate yang Anda pegang ini –berupa lembar fotokopian—paling tidak bisa menjadi pegangan Anda ketika diajarkan di kelas memasak. Namun dalam praktiknya ada beberapa modifikasi sesuai selera,” terang chef Aryo saat diskusi dengan peserta usai pelatihan tersebut.

Kepada kru www.culinarynews.info, Moh. Ilham, pengelola resto skala rumahan di Cerme Kabupaten Gresik, menyatakan keinginannya untuk menambah sajian menu baru di warungnya.

”Selama ini saya hanya menyediakan beberapa menu andalan terutama chicken steak dan minuman khas Gresik,” ujarnya Moh. Ilham, setelah dirinya belajar mie hot plate (lada hitam, ayam kungpao, ayam jamur dan tom yum) di Dapur Uji KursusanTristar bersama chef Masario dan Muharram, asistennya.

Moh. Ilham bersama empat koleganya yang lain –Baddrudin, Victor Adwin, Sakhi Herwiana dan Siti Nurhayati-- tampak serius mencatat penjelasan dari pihak instruktur maupun ketika mempraktikkan cara membuat mie hot plate yang diajarkan selama praktik di dapur uji Kursusan Tristar, kemarin.

Untuk mengembangkan usahanya di masa mendatang, pihaknya juga memperhatikan aspek manajemen usaha, permodalan, pemilihan menu makanan, promosi dan marketing hingga pemilihan tempat usaha juga punya andil besar dalam memuluskan bisnis café-nya.

Hal senada juga disampaikan Baddrudin yang belajar membuka resto & café di Kudus (Jateng) dengan menu chicken steak, beef steak dan aneka olahan bebek. Dengan mengikuti pelatihan mie hot plate ini, hobinya memasak (kuliner) tetap tersalurkan, juga belajar menu baru untuk menambah ragam menu di resto & café yang dirintisnya.  

”Dari bekal pelatihan ini saya ingin menu mie hot plate bakal booming di daerah Kudus dan sekitarnya mengingat pesaingnya belum ada,” kata Baddrudin, yang sudah mengikuti kursus tiga kali belajar masak di Akpar Majapahit.

Peserta juga mengaku tidak kesulitan mencerna penjelasan dari pihak instruktur. Nilai plus yang lain, peserta juga diberi beberapa trik dan tips membuat mie hot plate ala resto oleh chef Masario Wahyu Saputro.

Anda berminat belajar membuat mie hot plate ala resto untuk usaha, silakan menghubungi Sdri. Fembri, Yarin dan Puput dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Kursus Masak Bakso di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Kursus Masak Bakso di  Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Ari Purwanto Berbagi Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso

CHEF Ari Purwanto ST.Par., MM., kembali berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada enam orang peserta kursus aneka bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (20/08/2016).

Peserta kursus aneka bakso itu adalah Ira Supriati (Malang), Achmad Faisol (Pamekasan), Evi Herawati (Tuban), Nur Hani Maulida (Kota Baru Driyorejo Gresik),  Yala Nurmala Devy dan Widyawati Koeswandhy (keduanya dari Surabaya). Mereka antusias datang ke Laboratorium Praktik Akpar Mahapahit untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Pelatihan masak aneka bakso --yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus aneka bakso, chef Ari, sapaan akrabnya, dibantu Tri Setiawan dan Junaidi Rumasoreng, asistennya.

Kepada kru www.culinarynews.info, Nur Hani Maulida dari Kota Baru Driyorejo (Gresik) menuturkan, tekadnya datang ke Surabaya dari Driyorejo ingin belajar aneka bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena sudah mencoba resep membuat aneka bakso dari berbagai sumber hasilnya belum memuaskan.

”Terus terang saya ini termasuk penyuka bakso, tetapi setiap kali mencoba membuat sendiri dengan resep yang saya peroleh dari berbagai sumber ternyata hasilnya koq masih belum memuaskan, Penasaran dengan realitas tersebut, saya memutuskan belajar saja kepada ahlinya di Akpar Majapahit,” terang Nur Hani Maulida kepada kru www.culinarynews.info, Sabtu (20/08/2016) siang.

Perempuan berparas ayu dengan hijabnya itu  pun bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang biasa dibuatnya di rumah, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Nah jika bakso hasil kreasi saya ini nanti cita rasanya sudah oke, tidak menutup kemungkinan saya ingin buka café & resto di kawasan Driyorejo atau lokasi lain yang strategis,” ujar ibu muda berparas cantik tersebut.

Sementara itu, owner Widya.s Health & Beauty, Widyawati Koeswandhy antusias belajar membuat aneka bakso di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit  karena wanita paro baya ini ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya.

Tidak hanya Nur Fani Maulida dan Widyawati yang bersemangat mengikuti praktik masak aneka bakso, peserta lain seperti Ira Suprianti (Malang), Evi Herawati (Tuban), Yala Nurmala Devy (Surabaya) dan Achmad Faisol (Pamekasan) juga semakin termotivasi belajar membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z.

Antusiasme itu tumbuh setelah mendapat banyak masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama kursus masak aneka bakso. Instruktur  masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus aneka bakso, chef Ari juga menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus aneka bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari Purwanto.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur. Selamat mencoba!

Sebagai tambahan informasi, jika Anda tertarik untuk membeli mesin pembuat penthol bakso dan food processor –karena kapasitas produksi meningkat pesat—maka Anda bisa mengunjungi outlet Tristar Machinery di Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Sdri Fembri, Yarin dan Puput dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga
Pencarian
Tristar Ameekom
Kursus Pengerjaan Elektrikal, HVAC, Elektronik, dan masih banyak lagi

Kunjungi Website kami untuk keterangan lebih lanjut
Who's online
There are currently 0 users and 0 guests online.
Online User
Paket Toko Online Siap Pakai