Machinery
JAKARTA:
Tristar Institute
Telp/Fax: 021-53151389.
Flexi; 021-49111425. 
IM3: 085775501848
Simpati: 081318230199. 
PIN BB: 24ED6A75 - 2A8798AE 
Fren: 08883271088.
PIN BB:3298F492
Simpati: 081231071701.
PIN BB: 2AEB02F6
Komplek Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-32-33. Serpong - Tangerang

SURABAYA:

Kursus Wira Usaha
Jln. Raya Jemursari 234 & 244. Surabaya.
Telp: 031-8480823. 081295743779, 085851118650, 087703365283
PIN BB: 28D8E523, 5399098E, 5D817E40

Info Mesin: 031-8499799 

HP:082139081968 -  PIN 20EE107D
 088217296097 -  PIN BB: 3159B656 
 08883203340 - 081216641483.

Tristar Machinery TEC.
Telp: 031-52403038-39.
HP: 082330853729 - PIN BB: 32F31662
HP: 088852727994 - PIN BB; 3277F9F9
Tunjungan Electronic Centre Lantai 3 
Jalan Tunjungan no 5-7. Surabaya - Indonesia. 

Video Gallery

logoculinary.png

TTA

tristar royal GIF

  • strict warning: Non-static method view::load() should not be called statically in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/views.module on line 843.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_display::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_display.inc on line 1707.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_display_page::options_submit() should be compatible with views_plugin_display::options_submit(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_display_page.inc on line 479.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort_broken::ui_name() should be compatible with views_handler::ui_name($short = false) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_sort.inc on line 82.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 585.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 585.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_broken::ui_name() should be compatible with views_handler::ui_name($short = false) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 609.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_style_default::options() should be compatible with views_object::options() in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_style_default.inc on line 25.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 124.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home2/tristar/public_html/bina-usaha-mandiri.com/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 124.

Pengusaha Cake & Bakery dari Timor Leste Datangkan Alat Pemotong Roti Tawar dari Tristar Machinery

Tristar Machinery Sediakan Aneka Peralatan Masak Berkualitas

Pengusaha Cake & Bakery dari Timor Leste Datangkan Alat Pemotong Roti Tawar dari Tristar Machinery


PENGUSAHA Cake & Bakery dari Timor Leste, Carminda, mendatangkan alat pemotong roti tawar (bread slicer) dari Tristar Machinery Surabaya. Pasalnya, roti tawar yang sudah dipotong jadi 10-12 blade, penampilannya lebih cantik daripada dikemas utuh dalam wadah plastik transparan.

Bisnis cake & bakery di Dili, ibukota Timor Leste, belakangan tumbuh kembang, menyusul kian membaiknya perekonomian negara yang baru merdeka dan kini sudah menjadi anggota ASEAN tersebut. 

Pendapatan per kapita penduduk Timor Leste, terutama di kota-kota besar trennya semakin meningkat sehingga roda perekonomian juga berputar lebih kencang. Ini juga mengimbas pada pelaku usaha cake & bakery di negeri itu yang permintaannya semakin bertambah.

Menurut Sofyan dari Tristar Machinery, alat pemotong roti tawar (bread slicer) yang harga ritelnya dibandrol Rp 11,625 jutaan per unit tersebut, dikirim ke Timor Leste melalui jasa ekspedisi yang menjadi langganan Carminda.

”Jadi kami dari Tristar Institute hanya mengepak kemudian mengirim bread slicer ini ke perusahaan jasa ekspedisi langganannya yang konon tarifnya lebih hemat,”  kata Sofyan dan Dessy, anggota tim Marketing CV Tristar Machinery kepada www.culinarynews.info, Sabtu (03/09/2016).

Sebelum alat pemotong roti tawar (bread slicer) ini di-packing dan dikapalkan ke Timor Leste, alat tersebut dicek dulu semua kelengkapannya bahkan dicoba lebih dulu agar sesampai di alamat tujuan, konsumen bisa langsung memanfaatkan mesin buatan China itu untuk mendukung bisnis mereka.

Sesuai spesifikasi teknisnya, bread slicer ini bisa memotong roti tawar menjadi 31 blade per piece, untuk sekali pemotongan. Dengan demikian, alat pemotong roti tawar (bread slicer) ini sangat membantu pekerja kala memotong roti tawar utuh menjadi bentuk irisan tipis yang cantik penampilannya.

Selain Carminda dari Timor Leste, pelanggan CV Tristar Machinery dari Papua, Lenny, seorang pengusaha cake & bakery asal Surabaya yang kini hijrah ke Jayapura (ibukota Provinsi Papua) juga memesan mesin oven gas (satu deck, dua loyang) seharga Rp 10,5 jutaan, belum termasuk diskon 10 persen. 

Sesuai rencana, barang-barang pesanan pengusaha cake & bakery dari Timor Leste dan Papua ini dikirim ke alamat pembeli melalui jasa ekspedisi, pekan ini. Jika semua dokumen pengapalan sudah beres, pengiriman ke papua bisa memakan waktu 1-2 mingguan. Sedangkan pengiriman barang ke Timor Leste dari Surabaya --dengan dilengkapi dokumen ekspor impor-- paling cepat dua mingguan, barang sudah sampai ke alamat pembeli.  

”Hanya saja tarif jasa ekspedisi dari Surabaya ke Timor Leste relatif lebih mahal (bisa mencapai Rp 5 jutaan) dibanding biaya pengapalan antarpulau ke Jayapura, ibukota Provinsi Papua,” terang Sofyan, disela-sela kesibukannya mengecek  kelengkapan alat pemotong roti tawar (bread slicer) tersebut.

Sekadar informasi, CV Tristar Machinery selain menyediakan alat pemotong roti tawar (bread slicer), juga berdagang aneka peralatan memasak lainnya seperti gas fryer, freezer, mesin presto ikan bandeng, oven, alat penapis minyak.

Aneka mesin dan peralatan masak yang ditawarkan Tristar Machinery kebanyakan adalah produksi China dan buatan Indonesia, sedangkan sisanya diimpor dari Jepang, Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dominasi produk China yang ditawarkan kepada pelanggan itu karena harganya sangat terjangkau, tetapi jika dibandingkan dengan produk buatan Jepang, terus terang kualitas produk Jepang berada jauh di atasnya. Hanya bedanya, harga peralatan masak buatan Jepang bisa terpaut sampai dua kali lipatnya dibanding harga produk sejenis dari China.

Sampai Triwulan III tahun 2016 ini, permintaan berbagai jenis peralatan masak yang di-handle Tristar Machinery terus mengalir mulai mesin pencetak bakso, alat es puter manual, sausage stuffer (mesin filling sosis manual), mesin presto industri, freezer (mesin pendingin). food processor, blender, mixer, mini vacuum sealer, spiner, alat penapis minyak, cup sealer, hand sealer hingga continuous sealer.

Setiap hari sedikitnya 10 calon konsumen yang datang langsung ke mari untuk mencari peralatan masak. Sedangkan calon konsumen lainnya terutama dari luar kota dan luar Jawa juga banyak yang menghubungi lewat telpon setelah mereka browsing internet. Selain tanya-tanya spesifikasi barang dan harganya, mereka juga menanyakan bagaimana pengiriman barang itu kalau pemesannya dari luar pulau.

Selain menanyakan spesifikasi barang dan harga, konsumen juga menanyakan layanan purna jual (after sales service) dan garansi pembelian. Menurut pihak Tristar Machinery, setiap produk yang dibeli ada garansi servis (sekitar 1 tahunan). Pembeli mesin presto industri juga mendapat spare part berupa satu buah seal karet untuk dipakai cadangan.

Harga barang yang di-display di outlet Tristar Machinery hampir semuanya ada fasilitas diskonnya, maksimum 10 persen. Selain itu, untuk menarik pembeli, Tristar Machinery juga melayani jasa antar gratis di wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk pembelian dengan nilai tertentu. 

”Sedangkan untuk pengiriman barang ke luar kota atau luar pulau, Banjarbaru (Kalsel), misalnya, pembeli dikenakan biaya ekspedisi yang besar kecilnya disesuaikan dengan jauh dekat alamat pelanggan dan ukuran (berat) barang yang akan dikirim,” tandas Sofyan, di sela kesibukannya menyiapkan palet untuk mengapalkan alat pemotong roti tawar minyak pesanan Carminda dari Timor Leste.

Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 dan 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga.

Chef Haris Suseno Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pengusaha Jakarta

Tristar Institute Kembangkan Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan  

Chef Haris Suseno: ”Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pengusaha Jakarta” 


KERUPUK adalah makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sampai matang, kemudian dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.

Makanan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai lauk hidangan serta sebagai jenis lomba makan utama pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Kerupuk tidak selalu berbahan dasar tepung tapioka, tetapi lebih kepada tiga proses persiapan. Pembuatan, pengeringan, dan pemasakan (bisa digoreng dengan minyak pasir, atau dibakar).

Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, tahu tek-tek, rujak petis.

Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan dan vetsin.

Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.

Kerupuk kulit atau kerupuk ikan yang sulit mengembang perlu digoreng sebanyak dua kali. Kerupuk perlu digoreng lebih dulu dengan minyak goreng bersuhu rendah sebelum dipindahkan ke dalam wajan berisi minyak goreng panas. Kerupuk kulit  adalah kerupuk yang tidak dibuat adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi atau kerbau yang dikeringkan.

Demikian populernya kerupuk, maka tak salah apabila owner Tristar Group, Ir Juwono Saroso MM memberi tantangan kepada personel dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute untuk membuat kerupuk sehat yang berbeda dari yang sudah pernah dibuat sebelumnya.

Tantangan itu langsung direspons oleh chef Haris Suseno bersama anggota timnya. Chef Haris Seseno bersama timnya melakukan uji coba membuat kerupuk sehat di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 H lalu.

”Alhamdulillah setelah melalui serangkaian uji coba di dapur uji, kerupuk sehat itu saya presentasikan di hadapan owner Tristar Group,  ternyata hasil kreasi dari anggota tim Teknologi Pangan Tristar Institute diapresiasi oleh owner Tristar Group. Bahkan kerupuk sehat hasil kreasi anak-anak Tristar Institute itu layak ditawarkan kepada masyarakat,” kata chef Haris, sapaan akrabnya, kepada kru www.culinarynews.info, Selasa (30/08/2016) siang.

Kerupuk sehat yang dikembangkan tim Teknologi Pangan Tristar Institute itu  ada dua, yakni: (1). Kerupuk protein (bahan bakunya ikan kakap), sedangkan (2). Kerupuk non protein (bahan bakunya bayam, bit, tahu dan wortel).

Pucuk dicita ulam pun tiba. Setelah menunggu beberapa pekan pasca lebaran lalu, materi pelatihan kerupuk sehat akhirnya direspons kastemer, ternyata yang berminat itu Hartono Suryaly bersama istrinya.

Hartono yang tinggal di perumahan Green Lake City America Kav. EC 2 No. 1 Jakarta itu juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Suami istri itu mengikuti kursus private kerupuk sehat dan sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute pada Senin dan Selasa (29-30/08/2016).

Untuk kursus membuat kerupuk sehat, lanjut chef Haris, peserta kursus private itu diajarkan membuat lima resep kerupuk sehat berdasarkan bahan bakunya, yakni ikan kakap, bayam, bit, tahu dan wortel.

”Sementara itu pelatihan membuat sambal kemasan diasuh oleh Bu Santi. Peserta diajarkan teknik membuat beberapa resep sambal tradisional dalam kemasan seperti sambal teri, sambal terasi, sambal bawang, sambal dabu-dabu,” terang chef Haris, yang saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang.

Sambal kemasan selain bisa tahan lama dalam penyimpanan (3-6 bulan), juga memudahkan dalam penyajiannya bersama makanan utama karena sambal itu sudah dimasukkan dalam wadah plastik transparan sebagai kemasannya. Sambal kemasan juga memudahkan pecinta sambal membawanya kemanapun karena sangat praktis.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta Kursus Wirausaha Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Chef Masario Berbagi Ilmu Cara Bikin Mie Hot Plate Lada Hitam, Ayam Kungpao, Ayam Jamur dan Tom Yum

Pelatihan Mie Hot Plate di Dapur Uji Kursusan Tristar  

Chef Masario Berbagi Ilmu Cara Bikin Mie Hot Plate Lada Hitam, Ayam Kungpao, Ayam Jamur dan Tom Yum

MEMASUKI pekan terakhir bulan Agustus 2016, Lembaga Kursusan Tristar ketempatan untuk melayani peserta pelatihan membuat mie hot plate -- lada hitam, ayam kungpao, ayam jamur dan tom yum-- pada Rabu (24/08/2016).

Instruktur pelatihan mie hot plate dari Akpar Majapahit, chef  Masario Wahyu Saputro, SKG, AMd.Par., kemarin, berbagi ilmu dengan lima orang peserta pelatihan, yakni Sakhi Herwiana (Jombang), Moh. Ilham (Cerme, Gresik), Baddrudin (Kudus), Siti Nurhayati dan Victor Adwin (keduanya dari Surabaya), di Dapur Uji Kursusan Tristar Jl Prapen Indah J-5 Surabaya.

Dalam pelatihan itu, chef Ario, sapaan karib Masario Wahyu Saputro, mengawali pelatihan mie hot plate kepada peserta kursusan dengan menjelaskan tentang bahan yang digunakan mulai bahan masakan, bahan saus, bahan isi hingga cara membuatnya.

Pengetahuan bahan memasak mie hot plate ini penting bagi Anda yang memang tertarik untuk merintis usaha  resto & café di rumah maupun pusat perbelanjaan atau mall.

Menurut chef Ario, membuat mie hot plate tom yum yang citarasanya  seperti aslinya, Anda bisa membeli tom yum pasta yang diimpor dari Thailand, fish gravy, chicken powder dan maizena. Keempat bahan  ini bisa Anda dapatkan di Toko 9 (toko bahan masak memasak dan bahan kue yang masih satu grup dengan Tristar Institute).

Sementara itu untuk bumbu pendukung lainnya, seperti bawang putih, bawang merah, jahe, sereh, cabe rawit, daun jeruk, akar daun ketumbar, laos, jeruk nipis bisa dicari di pasar-pasar tradisional maupun swalayan.

Begitu juga untuk membuat mie hot plate lada hitam, selain pemilihan daging sapinya, Anda harus memerhatikan soal penyediaan bahan yang lain seperti paprika, bawang bombay, tomato ketchup, raja rasa, vetcin, knorr, dark soy sauce, dan maizena untuk membuat saus lada hitam yang lezat dengan daging sapinya yang empuk.

Demikian juga saat mempraktikkan cara membuat mie hot plate ayam kungpao dan mie hot plate ayam jamur, chef Ario me-wanti-wanti peserta pelatihan untuk cermat dalam memilih bahan hingga proses membuatnya.

”Silabus cara membuat mie hot plate yang Anda pegang ini –berupa lembar fotokopian—paling tidak bisa menjadi pegangan Anda ketika diajarkan di kelas memasak. Namun dalam praktiknya ada beberapa modifikasi sesuai selera,” terang chef Aryo saat diskusi dengan peserta usai pelatihan tersebut.

Kepada kru www.culinarynews.info, Moh. Ilham, pengelola resto skala rumahan di Cerme Kabupaten Gresik, menyatakan keinginannya untuk menambah sajian menu baru di warungnya.

”Selama ini saya hanya menyediakan beberapa menu andalan terutama chicken steak dan minuman khas Gresik,” ujarnya Moh. Ilham, setelah dirinya belajar mie hot plate (lada hitam, ayam kungpao, ayam jamur dan tom yum) di Dapur Uji KursusanTristar bersama chef Masario dan Muharram, asistennya.

Moh. Ilham bersama empat koleganya yang lain –Baddrudin, Victor Adwin, Sakhi Herwiana dan Siti Nurhayati-- tampak serius mencatat penjelasan dari pihak instruktur maupun ketika mempraktikkan cara membuat mie hot plate yang diajarkan selama praktik di dapur uji Kursusan Tristar, kemarin.

Untuk mengembangkan usahanya di masa mendatang, pihaknya juga memperhatikan aspek manajemen usaha, permodalan, pemilihan menu makanan, promosi dan marketing hingga pemilihan tempat usaha juga punya andil besar dalam memuluskan bisnis café-nya.

Hal senada juga disampaikan Baddrudin yang belajar membuka resto & café di Kudus (Jateng) dengan menu chicken steak, beef steak dan aneka olahan bebek. Dengan mengikuti pelatihan mie hot plate ini, hobinya memasak (kuliner) tetap tersalurkan, juga belajar menu baru untuk menambah ragam menu di resto & café yang dirintisnya.  

”Dari bekal pelatihan ini saya ingin menu mie hot plate bakal booming di daerah Kudus dan sekitarnya mengingat pesaingnya belum ada,” kata Baddrudin, yang sudah mengikuti kursus tiga kali belajar masak di Akpar Majapahit.

Peserta juga mengaku tidak kesulitan mencerna penjelasan dari pihak instruktur. Nilai plus yang lain, peserta juga diberi beberapa trik dan tips membuat mie hot plate ala resto oleh chef Masario Wahyu Saputro.

Anda berminat belajar membuat mie hot plate ala resto untuk usaha, silakan menghubungi Sdri. Fembri, Yarin dan Puput dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Kursus Masak Bakso di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Kursus Masak Bakso di  Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Ari Purwanto Berbagi Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso

CHEF Ari Purwanto ST.Par., MM., kembali berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada enam orang peserta kursus aneka bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (20/08/2016).

Peserta kursus aneka bakso itu adalah Ira Supriati (Malang), Achmad Faisol (Pamekasan), Evi Herawati (Tuban), Nur Hani Maulida (Kota Baru Driyorejo Gresik),  Yala Nurmala Devy dan Widyawati Koeswandhy (keduanya dari Surabaya). Mereka antusias datang ke Laboratorium Praktik Akpar Mahapahit untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Pelatihan masak aneka bakso --yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus aneka bakso, chef Ari, sapaan akrabnya, dibantu Tri Setiawan dan Junaidi Rumasoreng, asistennya.

Kepada kru www.culinarynews.info, Nur Hani Maulida dari Kota Baru Driyorejo (Gresik) menuturkan, tekadnya datang ke Surabaya dari Driyorejo ingin belajar aneka bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena sudah mencoba resep membuat aneka bakso dari berbagai sumber hasilnya belum memuaskan.

”Terus terang saya ini termasuk penyuka bakso, tetapi setiap kali mencoba membuat sendiri dengan resep yang saya peroleh dari berbagai sumber ternyata hasilnya koq masih belum memuaskan, Penasaran dengan realitas tersebut, saya memutuskan belajar saja kepada ahlinya di Akpar Majapahit,” terang Nur Hani Maulida kepada kru www.culinarynews.info, Sabtu (20/08/2016) siang.

Perempuan berparas ayu dengan hijabnya itu  pun bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang biasa dibuatnya di rumah, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Nah jika bakso hasil kreasi saya ini nanti cita rasanya sudah oke, tidak menutup kemungkinan saya ingin buka café & resto di kawasan Driyorejo atau lokasi lain yang strategis,” ujar ibu muda berparas cantik tersebut.

Sementara itu, owner Widya.s Health & Beauty, Widyawati Koeswandhy antusias belajar membuat aneka bakso di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit  karena wanita paro baya ini ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya.

Tidak hanya Nur Fani Maulida dan Widyawati yang bersemangat mengikuti praktik masak aneka bakso, peserta lain seperti Ira Suprianti (Malang), Evi Herawati (Tuban), Yala Nurmala Devy (Surabaya) dan Achmad Faisol (Pamekasan) juga semakin termotivasi belajar membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z.

Antusiasme itu tumbuh setelah mendapat banyak masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama kursus masak aneka bakso. Instruktur  masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus aneka bakso, chef Ari juga menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus aneka bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari Purwanto.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur. Selamat mencoba!

Sebagai tambahan informasi, jika Anda tertarik untuk membeli mesin pembuat penthol bakso dan food processor –karena kapasitas produksi meningkat pesat—maka Anda bisa mengunjungi outlet Tristar Machinery di Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Sdri Fembri, Yarin dan Puput dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga

Kursus Masak Aneka Bebek Bersama Chef Haris Suseno

Peserta Diajarkan Teknik Memasak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya


KESIBUKAN Laboratorium Praktik Tristar Instiutte Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya  di lantai 2, kembali menggeliat pada Rabu (03/08/2016) siang hingga sore hari, untuk menghelat kursus masak aneka bebek lengkap dengan sambelannya.

Siang itu hadir delapan peserta pelatihan masak, yakni Novita Rachmawati dan Priyanto (datang dari Bogor), Christian Tanaya (Madiun), Kristina (Tulungagung),  Badruddin (Kudus), Bawanti Setianingsih (Gresik), Anik Yulianing Tyas dan Ade (keduanya dari Surabaya).

Mereka antusias mengikuti kursus masak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya, yang dibimbing langsung oleh chef Haris Suseno dan asistennya Amrozy.

Sebelum peserta datang, Rosi, sapaan akrab Amrozy, sudah prepare untuk menyiapkan bahan dan bumbu-bumbu untuk memasak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya. Juga menyiapkan berbagai peralatan masak termasuk food processor dan blender untuk memroses pembuatan bumbunya.

Kepada peserta pelatihan, chef  Haris Suseno, instruktur masak dari Tristar Institute, menjelaskan berbagai bahan dan bumbu-bumbu untuk memasak Bebek Sinjay, Bebek Panggang Ukep dan Bebek Ireng Suroboyo + Sambalnya, dari A sampai Z.

Sistem pengajaran langsung praktik dengan dipandu chef Haris Suseno di dampingi asistennya merupakan nilai plus bagi peserta untuk cepat menyerap ilmu yang diajarkan oleh ahlinya. 

Bahan untuk membuat Bebek Ireng Suroboyo meliputi bebek, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, cabe merah besar, gula merah, asam jawa matang, merica hitam, kunir, jahe, serei, laos, keluwek, daun jeruk, garam, vetcin, jinten, air kelapa, minyak untuk menumis, terasi udang dan nanas.

Cara membuatnya: (1). Bersihkan bebek dan potong menjadi beberapa bagian lalu rendam dalam nanas yang telah dihaluskan kira-kira satu jam agar bau amisnya hilang, (2). Timbang semua bumbu lalu dihaluskan kecuali serei dan tumis hingga matang, kemudian tambah air kelapa dan air biasa, (3). Setelah direndam, rebus bebek dengan air secukupnya dengan bumbu hingga mendidih, (4). Setelah matang (daging empuk) biarkan bebek dalam panic, (5). Lalu goreng bebek tersebut dan sajikan.

Sedangkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Sambal Bebek Ireng adalah cabe rawit hijau, cabe hijau besar, bawang putih, gula pasir, terasi, tomat hijau matang, garam dan vetcin.

Cara membuatnya: (1). Bakar terasi udang lalu sisihkan, (2). Kukus semua bahan hingga matang (layu, lalu haluskan beserta terasinya, (3). Panaskan minyak tumis sambal hingga matang, dan (4). Kemudian sajikan.

Resep berikutnya adalah membuat Bebek Sinjay. Bahan yang dibutuhkan antara lain bebek, bawang putih, kemiri, ketumbar (sangria lebih dulu), merica, cabe rawit, garam, vetcin, kunir, jahe, laos, gula, daun jeruk dan air.

Sedangkan cara pembuatannya: (1). Goreng kemiri, tiriskan kemudian cincang halus dan sisihkan, (2). Timbang seluruh bahan sesuai ukuran, giling bahan sampai halus (kecuali daun jeruk), (3).  Susun daging bebek dalam panci, rendam dengan bumbu yang sudah dihaluskan selama dua jam, simpan dalam chiller.

Selanjutnya (4). Kemudian presto daging bebek beserta bumbunya, selama 25 menit, (5). Setelah matang biarkan daging bebek dalam panci kurang lebih satu jam, angkat dan tiriskan, (6). Rebus kembali sisa bumbunya, masukkan kemiri cincang, masak hingga air bumbu menyusut, saring bumbunya kemudian goreng hingga kering, lalu tiriskan, (7). Goreng bebek hingga matang, taburi dengan bumbu yang sudah digoreng (kremesan) dan sajikan.

Resep pamungkas yang diajarkan chef Haris Suseno adalah membuat Bebak Panggang Ukep. Bahan yang dibutuhkan meliputi bebek, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica bubuk, jinten, garam, vetcin, kunir, jahe, laos, gula merah, kapulaga, daun jeruk, terasi udang, air kelapa, jeruk nipis atau asam jawa, dan buah nanas muda.

Cara membuatnya: (1). Timbang seluruh bahan lalu haluskan dengan air kelapa kecuali kapulaga, (2). Potong bebek sesuai selera lalu rendam dengan nanas selama beberapa saat, (3). Tumis bumbu halus hingga harum baunya, tambahkan sedikit air, lalu masukkan bebek masak dengan api kecil hingga matang.

Selanjutnya (4). Setelah matang (dagingnya empuk) biarkan bebek dalam panci sekitar satu jam, angka dan tiriskan, (5) Bebek siap dibakar (dipanggang), kemudian sajikan. Selamat mencoba…!

Kepada kru www.culinarynews.info, Novita Rachmawati dan Priyanto (suaminya) jauh-jauh datang dari Bogor, memang sudah diniatkan untuk belajar masak aneka bebek berikut sambelannya kepada ahlinya yakni chef-chef dari Tristar Institute cq Akpar Majapahit Surabaya.

"Pelatihan masak ini kami tujukan untuk menambah variasi menu di rumah makan yang kami kelola bersama suami. Pasalnya tidak sedikit pelanggan yang tanya menu bebek lengkap dengan sambalnya. Selama ini kami hanya menyediakan ayam bakar, ayam goreng dan ayam kremes,” tutur Bu Rachma, sapaan akrabnya.

Nah, Anda tertarik dengan pelatihan masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Sdri. Fembri, Puput dan Yarin dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit (031) 8433224-5, HP 0817321024, BB 2B4E0E95, sekarang juga.

Chef Otje H. Wibowo Ajarkan Cara Buat Terang Bulan dan Martabak Telur


Kursus Pastry di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit
Chef Otje H. Wibowo Berbagi Cara Buat Terang Bulan dan Martabak Telur




MATERI pelatihan membuat terang bulan dan martabak telur di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl  Raya Jemursari No. 244 Surabaya, sampai saat ini masih banyak diminati konsumen dan sangat cocok untuk buka usaha rumahan.

Untuk kali kesekian, Laboratorium Praktik Akpar Majapahit menjadi jujukan peserta kursus membuat terang bulan dan martabak yang diasuh oleh Chef Otje H. Wibowo, instruktur dari Akpar Majapahit.

Pelatihan yang dihelat pada Sabtu (23/07/2016), diikuti tujuh orang peserta. Mereka adalah Fetri Wiryanto (Solo), Budi Santoso Purnomo (Surabaya), Vincent Han (Surabaya), Andreas Andre Marusadi (Gresik), Wahyunik (Surabaya), Winarto Cahyo P. (Lamongan) dan Maharani (Surabaya).

Di antara peserta kursus itu ada yang sudah melayani order secara online system maupun by phone dari rumah, seperti yang dilakukan Budi Santoso Purnomo dan Vincent Han. Namun sebagian besar peserta tertarik ikut pelatihan membuat terang bulan dan martabak telur karena ingin buka usaha yang dinilai sangat menjanjikan tersebut.

Makanya, peserta dari luar kota, seperti Fetri Wiryanto (Solo), Andreas Andre Marusadi (Gresik) dan Winarto Cahyo P. (Lamongan), nampak bersemangat saat mengikuti materi kursusan itu sejak awal hingga akhir.

Sebelum praktik membuat terang bulan dan martabak telur, chef Otje H. Wibowo lebih dulu menjelaskan seputar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat terang bulan dan martabak telur, peralatan serta cara pembuatannya.

Untuk membuat terang bulan yang legit dengan toping menarik, bahan untuk adonannya antara lain tepung terigu (kadar protein sedang), gula, garam, kuning telur, air, vanilla pasta dan baking powder.

Cara membuatnya: (1). Ayak tepung, campurkan gula dan garam, aduk rata, (2). Tambahkan kuning telur dan air, aduk rata, (3). Tambahkan vanilla pasta, aduk hingga 10 menit, (4). Diamkan adonan selama satu jam, (5). Larutkan baking powder dengan air secukupnya, masukkan ke dalam adonan, aduk rata dan (6). Adonan siap digunakan.

Selain itu, peserta juga dikenalkan bahan isi dan taburan, yakni butter wisjman (mentega), gula pasir, mesis, keju cheddar dan susu kental manis (SKM). Jika ingin menambah aneka taburan lainnya bisa menggunakan kacang tanah, kacang hijau, ketan hitam dan pisang raja.

Materi selanjutnya adalah membuat martabak telur. Pertama, chef Otje, sapaan akrabnya, mengajarkan teknik membuat kulit martabak. Bahannya adalah tepung terigu (kadar protein tinggi di atas 13 persen), garam secukupnya, telur, air dan mentega.

Cara membuatnya: (1). Ayak tepung, lalu aduk dengan garam hingga rata, (2). Tambahkan air, aduk hingga setengah kalis, (3). Tambahkan mentega, aduk hingga kalis, (4). Timbang adonan @ 60 gram, bulatkan, (5). Rendam adonan dengan minyak goreng, dan (6). Istirahatkan adonan selama 30 menit sebelum digunakan.

Kedua, peserta diajarkan cara membuat bahan isi martabak, yang bumbunya meliputi cabai besar, bawang putih, jahe bubuk, kunyit bubuk, ketumbar, cengkih, pala bubuk, kayu manis bubuk, jinten, kapulaga, pekak dan daging sapi yang telah dipotong dadu kecil-kecil.

Cara membuat bahan isi martabak: (1). Bumbu di-blender/dihancurkan jadi satu, (2). Bumbu ditumis dengan sedikit mentega hingga beraroma wangi, tambahkan potongan daging sapi, tumis hingga matang dan bumbunya meresap. Sedangkan bahan lainnya yang biasa ditambahkan untuk isi martabak adalah bawang prei, telur dan minyak goreng.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta pelatihan kewirausahaan, silakan menghubungi Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Pelatihan Masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Ari Purwanto Praktikkan Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso


CHEF Ari Purwanto kembali berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada sembilan orang peserta kursus aneka bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (23/07/2016).

Peserta kursus aneka bakso itu adalah Mushollin (Pasuruan), Mohammad Romli (Bangkalan), Sie Hin Lian (Jogja), Mohammad Widodo (Surabaya),  Siti Nuryani (Madiun), Yayuk Listiani (Waingapu, NTT), Fatmawati (Waingapu, NTT), Retha Dwi Sintha (Gresik) dan Irene Sudiro (Surabaya).

Mereka antusias datang ke Laboratorium Praktik Akpar Mahapahit untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Kursus aneka bakso –yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus private bakso, chef Ari, sapaan akrabnya, dibantu oleh Arjun, asistennya.

Kepada kru www.culinarynews.info, Yayuk dan Fatmawati dari Waingapu (NTT) menuturkan, tekadnya jauh-jauh datang ke Surabaya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) belajar aneka bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena ingin ”menggoyang” Waingapu (NTT).

Kedua wanita paro baya ini bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang sudah ada di Waingapu khususnya, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Saat ini, kami baru membuka café & resto di Waingapu, dengan  menyajikan aneka masakan khas daerah NTT. Café itu kami kelola sejak beberapa tahun silam. Setelah belajar membuat aneka bakso di sini, maka menu bakso akan melengkapi menu makanan yang tersedia di café & resto yang kami kelola,” ujar Yayuk di dampingi Fatmawati, kerabat dekatnya.  

Meskipun sudah punya usaha resto, namun dirinya tidak berhenti belajar sekalipun harus terbang ke Surabaya, ia akan melakoni. Pasalnya, ia ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya sekaligus memenuhi kebutuhan kuliner pelanggan setianya di Waingapu, NTT.

Tidak hanya Yayuk Listiani dan Fatmawati yang antusias mengikuti praktik masak aneka bakso, peserta lain khususnya yang berasal dari luar kota seperti Mushollin (Pasuruan) Mohammad Romli (Bangkalan), Retha Dwi Sintha (Gresik), Siti Nuryani (Madiun) dan Sie Hin Lian (Jogja) juga semakin termotivasi belajar membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z.

Antusiasme itu tumbuh setelah mendapat masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama pelatihan. Instruktur  masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus aneka bakso, chef Ari juga menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus aneka bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari Purwanto.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.

Sebagai tambahan informasi, jika Anda tertarik untuk membeli mesin pembuat penthol bakso dan food processor –karena kapasitas produksi meningkat pesat—maka Anda bisa mengunjungi outlet Tristar Machinery di Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Kisah Indri Laraswati, Kursus Masak di Akpar Majapahit

Chef Haris Suseno Ajarkan Teknik Membuat Pempek Kapal Selam, Gurami Terbang dan Aneka Iga Bakar


SEKALI merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Pepatah ini sepertinya pas untuk menggambarkan bagaimana antusiasnya Indri Laraswati, ibu satu anak yang kini tinggal di Negeri Kincir Angin, Belanda, untuk belajar masak di Akpar Majapahit Surabaya.

Mumpung  sedang berlibur di Indonesia bersama anak semata wayang dan suami yang asli bule Belanda --selama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H— Indri, sapaan akrabnya, belajar masak Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis, di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Jemursari No. 234 Surabaya.

Pemilik usaha katering di Belanda ini, praktik masak secara private dengan dipandu langsung oleh instruktur Tristar Institute Chef Haris Suseno bersama asistennya Abdul Rozy, di Laboratorium Praktik Tristar Institute, Selasa (19/07/2016) siang.

Kepada kru www.culinarynews.info, Indri Laraswati menuturkan, tekadnya belajar membuat Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis kepada  ahlinya di Tristar Institute, karena pihaknya ingin ”menggoyang” Negeri Kincir Angin dengan menu-menu baru yang enak khas Indonesia dengan harga terjangkau yang disuka konsumen.

Khusus untuk praktik masak Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, ibu muda ini mendedikasikannya untuk sang buah hati yang sekarang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) setara Kelas 5.

”Terus terang buah hati saya ini sangat suka pempek kapal selam dengan saos cuko yang berasa pedas asam manis. Nah, mumpung lagi liburan di Indonesia, saya menyempatkan diri untuk belajar masak pempek secara private kepada ahlinya di sini,” kata wanita berpenampilan modis ini.

Sedangkan praktik masak Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis, menurut Indri, selain untuk memanjakan lidah suami tercinta dan juga untuk memenuhi permintaan sejumlah pelanggan setianya di Belanda.

Melalui pelatihan masak secara private ini dirinya bertekad membuat sajian Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis yang berbeda dengan yang ada di Belanda saat ini, baik dari aspek cita rasa, tekstur maupun cara penyajiannya, setelah dirinya belajar di Tristar Institute.

Indri Laraswati saat ini menjalankan bisnis katering yang ditekuninya sejak lima tahun terakhir. Pelanggannya kebanyakan dari kalangan perusahaan. Masakan yang disajikan sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan makan malam (dinner) karyawan perusahaan-perusahaan tersebut.

”Nah, di antara pelanggan saya itu ada yang minta dibuatkan menu special yakni masakan Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis,” terang perempuan berparas cantik ini.

Dalam kesempatan itu, Chef Haris Suseno menjelaskan, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, Gurami Terbang + Sambal Terasi, Iga Bakar Black Pepper dan Iga Bakar Pedas Manis.

Untuk membuat Pempek Kapal Selam, misalnya, membutuhkan bahan ikan tenggiri, air es, garam, vetsin, tepung sagu tani, baking powder dan bawang putih.

Selain itu, ada juga bahan untuk membuat Saos Cuko-nya yakni gula merah, gula pasir, garam, kecap asin, bawang putih, cuka dan air. Sedangkan untuk melengkapi penyajiannya bisa ditambahkan mie kuning (yang sudah dimasak) dan irisan mentimun.

Di samping Pempek Kapal Selam + Saos Cuko, peserta juga diajarkan membuat sajian Gurami Terbang. Caranya menyiapkan ikan gurami yang sudah dibersihkan sisik dan isi perutnya lebih dulu, kemudian digoreng. Sedangkan untuk membuat Sambal Terasi, butuh bahan sebagai berikut cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, tomat, gula merah, asam Jawa, terasi, garam, vetsin dan gula pasir.  

Resep masak berikutnya adalah membuat Iga Bakar Black Pepper. Bahan yang dibutuhkan adalah iga sapi, serai, jahe, lengkuas, daun salam, air, garam, nutmeg, anistar, kayu manis, wortel utuh, bawang bombai utuh, irisan bawang putih dan bawang merah, bawang prei, gula pasir, vetsin, lada bubuk dan kaldu block.

Untuk resep masak yang terakhir yakni membuat Iga Bakar Pedas Manis, maka bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi iga sapi, serai, jahe, lengkuas, daun salam, air, kayu manis, nutmeg, anistar, wortel, bawang bombai (onion), irisan bawang putih dan bawang merah, bawang prei, garam, merica, vetsin dan kaldu block.

Sementara itu untuk membuat tumisannya, butuh bahan sebagai berikut jahe kupas, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai hijau besar, kecap manis, kecap asin, vetsin dan minyak untuk menumis.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus memasak di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga

Chef Haris Suseno Ajarkan Teknik Membuat Ayam Goreng Ala Kanton

Kisah Nuraini dan Any Farida, Kursus Masak di  Tristar Institute

Chef Haris Ajarkan Teknik Membuat Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine  

TERMOTIVASI untuk menambah ragam menu baru selama Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H di rumah makan yang dikelolanya di kawasan Gresik Kota Baru (GKB), Nuraini dan Any Farida --ibu dan anaknya— ini kompak mengikuti kursus private masak Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu (Honey Roasted Chicken), Ayam Rosemary dan Bistik Galatine di Akpar Majapahit.

Pengelola rumah makan Ayam Kremes Hidayat (belakang Giant Hypermarket) Jl Brotonegoro Barat No. 15, Gresik Kota Baru ini, praktik masak secara private dengan dipandu langsung oleh instruktur Tristar Institute Haris Suseno bersama asistennya Abdul Rozy, di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (13/06/2016).

Kepada kru www.culinarynews.info, Nuraini menuturkan, tekadnya belajar membuat Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine kepada  ahlinya di Tristar Institute, karena pihaknya ingin ”menggoyang” Gresik Kota Baru dengan menu-menu baru yang enak dengan harga terjangkau yang disuka konsumen.

Wanita paro baya ini bertekad membuat sajian Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine yang berbeda dengan yang ada di kawasan Gresik, baik dari aspek cita rasa, tekstur maupun cara penyajiannya, setelah dirinya belajar di Tristar Institute.

”Saat ini, saya baru membuka rumah makan di Gresek Kota Baru, dengan  menyajikan ayam kremes, gurami bakar, gurami kremes, patin bakar, patin kremes, aneka penyetan (ayam, ikan dan tempe) dengan sambalan (sambal terasi dan sambal cabai hijau),” ujar Nuraini di dampingi putrinya Any Farida, di sela kursus private.

Dalam kesempatan itu, Chef Haris menjelaskan, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Ayam Goreng ala Kanton, Ayam Madu, Ayam Rosemary dan Bistik Galatine.

Untuk membuat Ayam Goreng ala Kanton, misalnya, butuh bahan  ayam broiler, jeruk nipis, ngohyong, star anise, pewarna makanan kuning, garam, air, bebeko, chicken powder, jahe, cengkih dan kayu manis.

Selain itu, ada juga bahan isian perut ayam yakni bawang putih, bawang merah, bawang prei, garam, merica bubuk, ngohyong, jahe, cabe merah, kayu manis, cengkih dan bunga bawang. Sedangkan untuk bahan cocolannya adalah ngohyong, vetcin dan garam.

Selain Ayam Goreng ala Kanton, peserta juga belajar membuat Ayam Madu dengan menggunakan bahan sebagai berikut ayam ras, bawang putih, bawang merah, madu, asam, gula merah, merica, jahe, ketumbar, garam, penyedap, pewarna makanan red yellow dan air.

Resep masak ketiga adalah membuat Ayam Rosemary. Bahan yang dibutuhkan adalah dada ayam, sedangkan untuk membuat marinasinya maka bahan yang diperlukan adalah white wine, olive oil, basil, rosemary, bawang putih, garam dan merica secukupnya. Sementara itu untuk membuat sausnya, bahan yang dibutuhkan adalah  tepung, kaldu ayam, garam dan merica secukupnya.

Untuk resep masak yang terakhir yakni membuat Bistik Galatine, maka bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi roti tawar plus kulitnya, susu cair tawar, daging sapi, bawang bombay, bawang putih, pala parut halus, bubuk merica hitam, kecap asin, saus tiram, telur, gula pasir dan garam.

Sementara itu untuk membuat sausnya, maka bahan yang dibutuhkan adalah margarine, bawang bombay, bawang putih, merica bubuk, cengkih, kayu manis, pala parut halus, kecap manis, saus tomat, saus tiram, gula Jawa, air kaldu, maizena, garam dan irisan daun bawang.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus memasak di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Yuyun Anwar Ajarkan Teknik Membuat Mie Aneka Toping dan Cara Berbisnis Mie Trendy Pedas Berlevel

Yuyun Anwar Ajarkan Teknik Membuat Mie Aneka Toping dan Cara Berbisnis Mie Trendy Pedas Berlevel



LABORATORIUM  Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, kembali menghelat kursus teknik membuat mie aneka toping dan cara berbisnis mie trendy pedas berlevel pada Rabu (25/05/2016) siang.

Kursus membuat mie aneka toping dan cara bebisnis mie trendy pedas berlevel  yang diikuti sebelas orang peserta tersebut dibimbing langsung oleh Yuyun Anwar dan dibantu dua orang asisten. Pelatihan ini mengambil tempat di lantai 3 Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya.

Kepada peserta kursus membuat mie aneka toping tersebut, bu Yuyun, sapaan akrab Yuyun Anwar, menerangkan, bisnis mie ayam dengan toping beraneka yang dijual oleh pedagang kaki lima dengan menggunakan gerobak menetap atau berkeliling sampai sekelas resto.

Usaha mie ayam  yang biasa disebut mie pangsit karena dihidangkan dengan potongan pangsit goreng, awalnya bisnis ini memang sangat banyak dikelola baik pribadi maupun kelompok.

Pedagang mie ayam ini seringkali tampil pagi, siang sampai malam ini hadir disetiap tempat di manapun. Dengan porsi penyajian yang rata-rata mengenyangkan, maka mie ayam menjadi pilihan masyarakat kelas menengah bawah.
       
Umumnya mie ayam disajikan dalam kondisi hangat, semangkuk penuh dan saos sambal yang diambil sesukanya, tentu saja sangat menarik perhatian pelanggan. Mie yang paling banyak menggunakan ayam disajikan dengan kuah langsung yang dicampur.

Usaha mie ayam gerobak sangat banyak jumlahnya. Di kota-kota besar bisa mencapai ratusan pedagang mie ayam yang setiap hari menjajakan barang dagangannya. Mereka biasanya membeli bahan dasar dari beberapa penyulai mie baik mie basah maupun mie kering di pasaran.

”Sementara itu yang disebut mie aneka toping adalah usaha masakan mie yang menjual aneka olahan mie yang lebih berkualitas dan pilihan topingnya lebih bervariasi dengan rasa pedasnya berjenjang (berlevel). Usaha mie aneka toping ini biasanya dijual dengan menggunakan konsep resto atau rumah makan,” kata bu Yuyun kepada kru www.culinarynews.info, Rabu (25/05/2016) siang.

Usaha mie aneka toping ini pilihan menu yang disajikan lebih banyak dan bahan baku mienya juga lebih bermutu dibanding usaha mie ayam skala pedagang kaki lima (PKL) yang masih menggunakan gerobak dorong.

Beberapa jenis bakmi seringkali menggunakan nama daerah, nama pemilik usaha sampai keunggulan mienya. Usaha resto bakmi dalam skala besar dengan restoran mewahnya, misalnya Bakmi Gajah Mada, Bakmi Resto, Bakmi Gondangdia, Bakmi Golek, Cwei Mie Malang dan ratusan nama usaha masakan bakmi di daerah dalam skala resto baik kecil maupun  jaringan.

”Usaha besar resto bakmi tersebut pada awalnya  memang dirintis dari kecil namun dengan penuh komitmen dan kerja keras dari usaha skala rumah makan kecil kemudian menjelma menjadi resto besar bahkan resto jaringan franchise,” terang wanita paro baya ini kepada peserta.

Belakangan muncul nama-nama resto yang kekinian dengan menyebut sensasional menunjukkan bahwa pedas sebagai salah satu pendorong agar orang mengonsumsi mie lebih banyak lagi. Beberapa nama bahkan keluar dari pakem, mulai dari mie akherat, mie setan, mie kober atau mie neraka dan seterusnya.

Malahan  ada pebisnis mie aneka toping mengambil tema yang menunjukkan efek dari makan mie yang pedas seperti mie nyonyor, pedas mampus, mie kobong, mie tahanan dan seterusnya. Pasalnya mereka yakin masakan mie dengan memberikan level kepedasan diyakini bisa memberikan dampak adiktif bagi konsumennya sehingga inginnya makan mie terus dan terus.

Sebelum praktik membuat mie dan membuat mie ayam aneka toping pedas berlevel, bu Yuyun memberikan tips bagaimana menerapkan segmen pasar, membuat sajian mie yang unik dan berbeda dari biasanya, memilih lokasi usaha, menghitung modal usaha dan peralatan hingga profit margin-nya.

Dalam kesempatan itu, bu Yuyun juga  menerangkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk  membuat noodle (mie) mulai mie telur (basah), mie kering, mie sayur hingga pangsit mie ayam, sebelum praktik di Laboratorium Praktik Tristar Institute.
Untuk  membuat mie yang enak untuk pangsit, selain faktor pemilihan tepung terigu dan bahan pendukung lainnya (bisa dibeli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Tepung terigu sebagai bahan utama dalam pembuatan mie atau kulit pangsit, sebaiknya Anda gunakan tepung yang proteinnya tinggi agar diperoleh gluten yang tinggi untuk pembentukan mie,” kata bu Yuyun kepada peserta kursus.
   
Selain tepung terigu, ada bahan pendukung lainnya seperti Modified Starch Ultra Bond (MSUB) yang berfungsi untuk membantu agar adonan bisa elastis sehingga tidak mudah sobek. Disarankan, penambahan MSUB antara 5-15 persen dari jumlah tepung terigu yang dipakai.

Juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Begitu juga pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) berfungsi sebagai pengenyal mie sehingga mie tidak mudah menjadi bubur.

Dalam praktik membuat noodle, kemarin,  peserta juga dikenalkan bahan pengawet makanan yakni Sodium Benzoat pada pembuatan mie telur (basah) agar tidak cepat rusak. Selain itu, pihaknya juga memakai Carboxy Methyl Cellulose (CMS) pada proses pembuatan mie kering sebagai pengikat bahan lain dan memberikan tekstur mie halus setelah direbus.
   
”Tak lupa kami pun menggunakan garam untuk memberikan rasa asin dan membantu pembentukan gluten dari tepung terigu sehingga mie mudah dibentuk. Pewarna (makanan) juga perlu dilarutkan dalam air supaya pewarna itu mudah bercampur dengan adonan tepung terigu,” kata bu Yuyun menjelaskan.

Usai praktik membuat mie telur beku tahan dingin dan panas tidak mengembung (basah), mie kenyal tanpa telur (kering), mie sayuran dan mie bening tanpa pengenyal low gluten, bu Yuyun juga mengajarkan cara membuat bumbu untuk mie serba guna, kuah kaldu beku siap saji portioning, aneka saos (sambal) pedas berlevel, bumbu tauco pedas, toping (babat/paru/daging) hitam manis, chicken katzu, siomay ayam (@ 20 gram), toping ayam dan pangsit mie.

Salah satu rahasia membuat pangsit mie ayam adalah dari kuahnya. Untuk citarasa yang istimewa, sebaiknya  Anda membuat kaldu untuk kuah pangsit dari tulang kaki sapi (sengkel). Citarasa kuahnya memang berbeda dengan kuah pangsit dari daging dan tulang ayam.

Begitu juga ketika praktik membuat kulit pangsit yang renyah  saat digoreng bersama isinya, selain menggunakan tepung terigu yang tinggi kandungan proteinnya,  merk Bogasari Kereta Kencana, misalnya, Anda mesti menambahkan Modified Starch Ultra Bond (MSUB), garam, telur ayam, minyak goreng dan air secukupnya. ”Terbukti kulit berikut isi pangsit crispy-nya terasa banget saat dicicipi usai digoreng,” tandas bu Yuyun sambil mengajak peserta kursus mencicipi pangsit goreng tersebut.

Nah, jika Anda berminat menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Tristar Institute, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.
Pencarian
Tristar Ameekom
Kursus Pengerjaan Elektrikal, HVAC, Elektronik, dan masih banyak lagi

Kunjungi Website kami untuk keterangan lebih lanjut
Who's online
There are currently 0 users and 1 guest online.
Online User
Paket Toko Online Siap Pakai